RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Bojonegoro menggelar pertemuan dengan Saryta Manajement selaku penyelenggara olimpiade matematika yang berlangsung ricuh kemarin (9/12). Pertemuan dipimpin langsung Wakil Bupati Nurul Azizah tersebut dihadiri Purpitasari selaku ketua panitia penyelenggara.
Juga beberapa OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kementrian Agama, hingga Polsek Bojonegoro Kota.
Hasil dari pertemuan di Gedung Angling Dharma tersebut Saryta Manajemen harus mengembalikan uang pendaftaran peserta sesi 2 dan 3 olimpiade matematika yang belum terlaksana. Batas waktu pengembalian dua minggu, atau 23 Desember mendatang.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa maksimal 23 Desember uang pendaftaran sudah dikembalikan. Selain itu menyimpulkan bahwa, pertama penyelenggara adalah salah, karena kesiapan tidak matang. Kedua, tidak ada perizinan. Ketiga, menyampaikan bahwa di awal perserta hanya 1.000 anak.
Nurul menjelaskan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Termasuk bagi OPD, diminta ketika ada olimpiade harus jelas dan ada kepastian. Termasuk bagaimana sistem penilainan dan nilai bisa akses orang tua atau wali siswa.
‘’Harus ada kejelasan. Kalau tidak seperti itu, jangan diterima lembaga yang akan menyelenggarakan,” pesannya.
Ketua Panitia Olimpiade Matematika Saryta Management Ita Puspitasari mengatakan sudah mengembalikan sebagian uang pendaftaran di beberapa lembaga. Total uang telah dikembalikan sekitar Rp 10 juta.
Ita menjelaskan, skema pengembalian bagi pendaftar perorangan melakukan konfirmasi ke lembaga pendidikan masing-masing. Kemudian lembaga akan mengkoordinir dan pengemmbalian dijadikan satu.
‘’Kami minta konfirmasi ke lembaga,” ujarnya.
Sementara peserta yang mendaftar dikoordinir lembaga, lembaga bisa langsung menghubungi panitia. Terlebih panitia memiliki data lembaga perserta. Hanya nama per siswa yang tidak ada.
Ita mengaku data per siswa peserta olimpiade hilang ketika kericuhan terjadi. Pihaknya mengklaim selain data peserta, beberapa barang operasional seperti laptop turut hilang. Bahkan piala dan hadiah untuk juara olimpiade turut hilang.
“Kami juga mengalami kerugian,” klaimnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana