RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Warga sekitar proyek trotoar sudah sekitar dua pekan merasakan dampak air PDAM mampet, pipa putus terkena pengerukan proyek yang dibiayai APBD.
Namun, rekanan justru mengaku tahu kejadian tersebut, meski instansi terkait mengaku ada proyek bermasalah di lapangan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP-CK) Bojonegoro Satito Hadi mengatakan, belum mengetahui detail teknis di lapangan. Namun, tidak membantah adanya masalah. "Masih ada kendala pipa," katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Gangguan distribusi air bersih di kawasan kota mewarnai proses pembangunan trotoar dan drainase di wilayah Kota Bojonegoro. Selama dua pekan hingga kemarin (18/11), warga masih terdampak.
Sementara itu, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum dapat memberikan penjelasan rinci soal kondisi di lapangan.
Perwakilan PT Jaya Semanggi Enjiniring Surabaya, Woeryanto mengaku belum mengetahui teknis pekerjaan yang berdampak pada pipa PDAM tersebut. “Mungkin divisi lain yang paket itu,” katanya terpisah.
Sementara itu, warga terdampak mulai merasakan dampak berkepanjangan akibat gangguan ini. Udin, warga Jalan Panglima Polim, mengaku air PDAM tidak keluar sejak adanya galian proyek trotoar.
Kondisi ini berlanjut ingga dua hari terakhir. "Belum (nyala), sudah dua hari ini air mati," terangnya.
Sebelumnya, PDAM Tirta Buana belum dapat menyambung kembali pipa karena masih menunggu proyek trotoar selesai. Gangguan ini berawal dari pipa berukuran 6 inci yang bocor akibat terdampak galian proyek.
Berdasarkan data dari PDAM Tirta Buana, proyek pembangunan drainase menyebabkan gangguan distribusi air di sejumlah beberapa titik, meliputi Jalan Pattimura, Jalan Jakta Agung Suprapto, Jalan Panglima Polim, Jalan Kartini, Jalan AKBPM Soeroko, Jalan Sawunggaling, dan Jalan WR Supratman.
Proyek drainase dan trotoar di Jalan Pattimura pagu anggaran Rp 5 miliar, berada di bawah satuan kerja DPKP-CK dengan pelaksana PT Jaya Semanggi Enjiniring asal Surabaya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana