Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DPKPCK Bojonegoro Akui Ada Masalah Proyek Trotoar: Warga Keluhkan Mampetnya Air PDAM, Rekanan Mengaku Tak Paham Ada Pemutusan Pipa

Dhani Wahyu Alfiansyah • Rabu, 19 November 2025 | 14:00 WIB
BIKIN AIR MAMPET: Galian proyek trotoar di Jalan Pattimura yang diduga menyebabkan pipa PDAM bocor, dan mengganggu aliran air ke warga di kawasan kota.
BIKIN AIR MAMPET: Galian proyek trotoar di Jalan Pattimura yang diduga menyebabkan pipa PDAM bocor, dan mengganggu aliran air ke warga di kawasan kota.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Warga sekitar proyek trotoar sudah sekitar dua pekan merasakan dampak air PDAM mampet, pipa putus terkena pengerukan proyek yang dibiayai APBD.

Namun, rekanan justru mengaku tahu kejadian tersebut, meski instansi terkait mengaku ada proyek bermasalah di lapangan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP-CK) Bojonegoro Satito Hadi mengatakan, belum mengetahui detail teknis di lapangan. Namun, tidak membantah adanya masalah. "Masih ada kendala pipa," katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Gangguan distribusi air bersih di kawasan kota mewarnai proses pembangunan trotoar dan drainase di wilayah Kota Bojonegoro. Selama dua pekan hingga kemarin (18/11), warga masih terdampak.

Sementara itu, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum dapat memberikan penjelasan rinci soal kondisi di lapangan.

Perwakilan PT Jaya Semanggi Enjiniring Surabaya, Woeryanto mengaku belum mengetahui teknis pekerjaan yang berdampak pada pipa PDAM tersebut. “Mungkin divisi lain yang paket itu,” katanya terpisah.

Sementara itu, warga terdampak mulai merasakan dampak berkepanjangan akibat gangguan ini. Udin, warga Jalan Panglima Polim, mengaku air PDAM tidak keluar sejak adanya galian proyek trotoar.

Kondisi ini berlanjut ingga dua hari terakhir. "Belum (nyala), sudah dua hari ini air mati," terangnya.

Sebelumnya, PDAM Tirta Buana belum dapat menyambung kembali pipa karena masih menunggu proyek trotoar selesai. Gangguan ini berawal dari pipa berukuran 6 inci yang bocor akibat terdampak galian proyek.

Berdasarkan data dari PDAM Tirta Buana, proyek pembangunan drainase menyebabkan gangguan distribusi air di sejumlah beberapa titik, meliputi Jalan Pattimura, Jalan Jakta Agung Suprapto, Jalan Panglima Polim, Jalan Kartini, Jalan AKBPM Soeroko, Jalan Sawunggaling, dan Jalan WR Supratman.

Proyek drainase dan trotoar di Jalan Pattimura pagu anggaran Rp 5 miliar, berada di bawah satuan kerja DPKP-CK dengan pelaksana PT Jaya Semanggi Enjiniring asal Surabaya. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#PDAM #Drainase #Pengerukan #trotoar #pipa pdam #cipta karya #dpkpck #DPKPCK Bojonegoro #permukiman #bojonegoro #air pdam #pembangunan trotoar #Air #proyek trotoar