RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Akses menuju situs Gunung Srimbi di Desa Klino, Kecamatan Sekar, resmi ditutup pada Rabu (12/11). Langkah yang dilakukan bersama petani di kawasan hutan ini.
Dilakukan tak hanya sebagai upaya konservasi, tetapi juga bagian dari keyakinan dan kehidupan masyarakat, termasuk petani yang masih menggantungkan hasil panen di wilayah sekitarnya.
Hariyanto, warga setempat menilai, penutupan ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. ’’Untuk melestarikan hutan dan menjaga sumber mata air yang berada di lereng bawah Srimbi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan kelompok pengelola hutan juga sama, menyebut Srimbi memiliki fungsi penting sebagai penyokong kehidupan warga. ’’Melindungi situs dan hutan, semua bertujuan supaya hutan lestari masyarakat sejahtera,” katanya.
Usman, warga Desa Klino, Kecamatan Sekar menyampaikan, bahwa masyarakat tetap menyebut Srimbi sebagai gunung meski ukurannya kecil. ’’Walau kecil ini juga warga menamai gunung, bukan bukit,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kepercayaan lama terkait aktivitas pertanian di kawasan itu. ’’Konon, mitosnya kalau lahan sekitar sini digarap, maka tikus marah dan makan tanaman petani,” ungkapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Bojonegoro Yoppy Rahmat Wijaya menyampaikan, bahwa pihak satpol PP ikut mengamankan jalannya penutupan tersebut, namun menurutnya hal itu sudah menjadi keputusan bersama. ’’Jadi giat dari Perhutani di Kecamatan Sekar,” terangnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana