Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tersisa 210 Naker di Lapangan JTB, Disperinaker Bojonegoro Gencarkan Pelatihan

Dewi Safitri • Senin, 10 November 2025 | 14:00 WIB
PRODUKSI GAS: Produksi gas dari Lapangan JTB tembus 192 juta MMSCFD pada Mei ini. Ditargetkan memenuhi kebutuhan gas di Jatim dan Jateng.
PRODUKSI GAS: Produksi gas dari Lapangan JTB tembus 192 juta MMSCFD pada Mei ini. Ditargetkan memenuhi kebutuhan gas di Jatim dan Jateng.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jumlah tenaga kerja (naker) di PT Pertamina EP Cepu wilayah kerja field Jambaran Tiung Biru (JTB) terus berkurang. Seiring dengan selesainya proyek konstruksi di perusahaan migas yang terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem tersebut pada 2023 lalu. Kini, di JTB sudah fase produksi.

Sehingga, saat ini, hanya tersisa 210 naker di JTB. Meliputi, 124 naker lokal dan 86 naker non lokal. Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Rafiudin Fatoni menyampaikan, hingga November 2025 tersisa 210 naker di JTB.

Terdiri atas 124 naker lokal dan 86 non lokal. Dibanding Juli 2025 lalu, jumlah tersebut sudah mengalami penurunan. Yakni, dari 220 naker, meliputi 120 naker lokal dan 100 non lokal per Juli. Menurun menjadi 210 naker hingga saat ini.

"Data itu update per November tahun ini. Terakhir laporan kami terima pada Juli 2025 lalu," terangnya. Melihat terus berkurangnya jumlah naker di wilayah operasi JTB, ia menyampaikan, bahwa disperinaker berupaya memberikan fasilitas pelatihan agar para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa mendapat keahlian sebagai bekal untuk mendapat pekerjaan baru.

"Dari Disperinaker terus berupaya membuat pelatihan agar para naker dari JTB bisa mendapat keahlian dan memperoleh pekerjaan baru," lanjutnya. Menurut Fatoni, pengurangan jumlah naker di JTB ini terjadi sejak pekerjaan proyek selesai pada 2023 lalu.

Habisnya kontrak sejumlah perusahaan di JTB membuat pengurangan naker terus terjadi. Saat ini, hanya pekerja yang memiliki keahlian sesuai bidangnya saja yang masih aktif bekerja. "Itu juga mengalami pengurangan karena perusahaan yang aktif di JTB kehabisan kontrak," lanjutnya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jtb #pertamina ep cepu #pertamina #tenaga kerja #Pelatihan #jambaran tiung biru #bojonegoro #naker #Disperinaker #disperinaker bojonegoro