RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di usia Bojonegoro ke-348 tahun ini, Pemkab Bojonegoro masih dihadapkan tantangan kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi secara inklusif, pengangguran, serta optimalisasi pembangunan konektivitas untuk menekan kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menuturkan, dalam capaian kinerja, Bojonegoro berhasil menunjukan tren penurunan untuk angka kemiskinan di setiap tahunnya. Pada tahun ini, angka kemiskinan berhasil turun 0,2 poin dibanding 2024.
Sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Intervensi program saat ini mengedepankan aspek kemandirian dan pemberdayaan. Di antaranya, melalui program Gayatri dan Domba Kesejahteraan.
Selanjutnya, untuk mewujudkan ketahanan pangan. Pemkab telah menginisiasi teknologi pertanian untuk mempersingkat produksi dan menjaga kelestarian.
Peningkatan pelayanan akses sehat juga terus digenjot. Melalui berbagai program, seperti kepesertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan, inovasi dalam program Satelit, Wasiat, Sigap Plus, hingga jemput bola untuk penderita TBS dan malaria. Gerakan penanganan stunting dan perbaikan gizi juga terus dilakukan.
‘’Terkait perlindungan pada pekerja rentan, pemkab juga telah melaksanakan program perlindungan untuk jaminan kecelakaan kerja (BPJS Ketenagakerjaan),’’ katanya dalam Upacara Peringatan HJB ke -348 di Alun-Alun Bojonegoro kemarin.
Pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut menambahkan, angkutan pelajar gratis disediakan oleh pemkab untuk layanan pendidikan di Bojonegoro.
Dalam rangka peningkatan IPM, telah diinisiasi pendirian sekolah Pamong Praja yang menjadi satu-satunya di Indonesia. Disamping itu, Sekolah Rakyat juga telah didirikan di Bojonegoro.
‘’Kami juga menyediakan program beasiswa Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,’’ ujarnya. Bupati mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum HJB ini sebagai tolak ukur untuk memperkuat pembangunan di Bojonegoro.
Agar setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat. ‘’Mari kita lanjutkan semangat bersinergi untuk Bojonegoro Mandiri sebagai energi kolektif untuk menuju Bojonegoro bahagia, makmur, dan membanggakan,’’ harapnya.
Pemberian apresiasi kepada putra-putri daerah berprestasi. Juga, bagi para pelaku usaha, kecamatan dan desa tercepat dalam melunasi pajak juga dilakukan dalam momen semarak peringatan HJB ke-348 tahun ini. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko