RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hutan di Bojonegoro tak lagi sekadar deretan jati. Di balik pepohonan, batang-batang tebu kini tumbuh subur.
Tahun ini, Perhutani KPH Bojonegoro menargetkan produksi tebu mencapai 18 ribu ton dari lahan seluas 278 hektare.
Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum dan Kepatuhan Perhutani KPH Bojonegoro Sunyoto menyebut, hasil panen tahun ini cukup menjanjikan. “Lahan hutan Bojonegoro ditanami tebu luasnya sekitar 278 hektare,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Dari lahan tersebut, realisasi produksi telah menembus 15 ribu ton dan masih terus digenjot. “Tahun ini targetnya memproduksi tebu 18.000 ton. Saat ini, tercapai 15.000 ton,” ungkapnya.
Ladang tebu itu tersebar di enam kecamatan: Bubulan, Temayang, Dander, Ngasem, Kedungadem, dan Sugihwaras. Seluruhnya melibatkan pesanggem atau petani hutan.
“Melibatkan pesanggem (petani hutan, red) atau masyarakat sekitar,” imbuhnya. Hasil panen kemudian dikirim ke Pabrik Gula Rejo Agung Baru di Madiun untuk diolah.
“Tepatnya, di PG Rejo Agung Baru,” jelas Sunyoto, pria asal Desa Kauman itu. Sunyoto menegaskan, program tebu bagian dari strategi besar menuju Swasembada Gula Nasional 2028.
Dengan capaian tersebut, Bojonegoro menunjukkan bahwa hutan bisa menjadi poros ekonomi baru. Sebagai catatan, luas kawasan hutan di Kabupaten Bojonegoro mencapai 94.397 hektare atau sekitar 40 persen dari total wilayah.
Dari luasan itu, Perhutani KPH Bojonegoro mengelola 50.176 hektare. Lalu disusul KPH Padangan 26.833 hektare, KPH Cepu 4.613 hektare, KPH Saradan 6.521 hektare, KPH Parengan 2.763 hektare, KPH Ngawi 2.450 hektare, dan KPH Jatirogo 3.125 hektare. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko