RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Besaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Bojonegoro direncanakan berkurang sekitar Rp 200 miliar. Dari sebelumnya APBD induk sebesar Rp 7,9 triliun menjadi Rp 7,7 triliun.
"KUA PPAS yang sudah ditetapkan. Untuk P-APBD belum," kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto.
Pri, sapaan akrabnya melanjutkan, penetapan KUA PPAS P-APBD itu digelar Kamis (26/6) lalu.
Menurutnya, terjadi beberapa pengurangan dan penambahan di pos-pos anggaran. Di antaranya sisi pendapatan mengalami penambahan Rp 21,5 miliar. Berasal dari pajak daerah dan pengelolaan daerah yang dipisah.
Kemudian, untuk total belanja ada pengurangan sekitar Rp 200 miliar. Rinciannya, lanjut dia, secara ringkas belanja operasi berkurang sekitar Rp 50 miliar. Dilanjutkan belanja modal berkurang sekitar Rp 600 miliar dan belanja tidak terduga (BTT) berkurang Rp 49 miliar.
"Untuk total belanja ada pengurangan sekitar Rp 200 miliar dari sebelumnya Rp 7,9 triliun menjadi Rp 7,7 triliun," beber pria menjabat Komisi C DPRD Bojonegoro itu.
Menurutnya, postur APBD perubahan tahun ini lebih realistis. Meski, kata dia, agak berat bagi pemerintah daerah (pemda).
"Kesimpulannya postur APBD Perubahan 2025 menurut saya sekarang lebih realistis. Memang agak berat bagi pemda tapi ya harusnya begitu," tandas politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu. (yna/zim)
Editor : M. Nurkhozim