RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Beasiswa kuliah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali dianggarkan sekitar Rp 34,6 miliar tahun ini. Jumlah tersebut sama seperti sebelumnya.
Dari pagu anggaran, realisasi penyerapan hanya sekitar Rp 21 miliar pada 2024. Di antaranya, untuk beasiswa sepuluh sarjana per desa, scientist, dan tugas akhir. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anang Prasetyo Adi mengatakan, jumlah pagu anggaran beasiswa Pemkab Bojonegoro sama seperti tahun lalu. Yakni, Rp 34,6 miliar.
Pagu ini untuk semua beasiswa Pemkab. Di antaranya, pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa penerima beasiswa sepuluh sarjana per desa dan scientist. Kemudian, untuk pembiayaan penyelesaian tugas akhir untuk penerima beasiswa tugas akhir.
’’Kami masih memakai pagu seperti yang lama (tahun lalu), yakni Rp 34,6 miliar. Pengalaman tahun lalu, hanya terserap Rp 21 miliar,” bebernya. Menurutnya, masih adanya sisa anggaran tahun ini membuktikan, bahwa peluang putra-putri Bojonegoro untuk mendapat beasiswa kuliah masih terbuka lebar.
Adanya beasiswa ini juga untuk memantik semangat agar minat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi lebih besar. Terlebih, masih terdapat beberapa desa yang belum memenuhi kuota sepuluh anak yang mengakses beasiswa.
Artinya, pengakses beasiswa sepuluh sarjana perdesa tersebut masih minim karena rendahnya minat untuk melanjutkan kuliah di beberapa daerah. Seperti, di Kecamatan Bubulan dan Sekar.
’’Kalau di daerah Bojonegoro ke Timur, kuotanya mulai penuh. Tidak sama, daerah selatan kadang-kadang yang mau kuliah jarang. Seperti di Bubulan dan Sekar. Sedangkan, paling banyak pengakses di daerah kota dan Kecamatan Dander,” ujarnya.
Anang menyampaikan, total terdapat sekitar 1.978 penerima beasiswa sepuluh sarjana perdesa saat ini. Sedangkan, untuk beasiswa scientist terdapat 270 mahasiswa penerima. Untuk pencairan beasiswa tahun ini telah dilakukan untuk tahap 1A.
Kemudian, akan dilanjut dengan pencairan tahap 1B untuk mahasiswa yang memang indeks prestasi sementara (IPS) baru keluar. Adanya tahapan tersebut bertujuan agar mahasiswa yang IPS-nya sudah keluar lebih dulu, bisa langsung dilakukan pencairan. Jadi, tanpa menunggu yang belum keluar.
Karena setiap kampus berbeda waktu dalam pengeluaran IPS. Setelah gelombang satu selesai, pencairan nantinya akan dilanjut dengan gelombang dua, yakni tahap 2A dan 2B. ’’Adanya beasiswa ini untuk meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia) dan pengentasan kemiskinan di Bojonegoro,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko