Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dua SMKN Bojonegoro Terancam Gagal SNBP: 15 Sekolah Tidak Selesai Isi PDSS, 61 SMK Swasta Belum Mengisi

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 5 Februari 2025 | 18:01 WIB
Infografis SMA/SMK/MA yang belum menyelesaikan pendaftaran SNBP (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis SMA/SMK/MA yang belum menyelesaikan pendaftaran SNBP (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Siswa di dua sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) Bojonegoro terancam tidak bisa mendaftar seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) tahun ini. Yakni, SMKN Dander dan SMKN Sumberrejo.

Karena kedua sekolah tersebut tidak menyelesaikan pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) hingga waktu penutupan. Berdasar laman resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), total terdapat 61 sekolah di Bojonegoro yang belum mengisi PDSS.

Dan, terdapat 15 sekolah tidak menyelesaikan pengisian. Dua di antara 15 sekolah tersebut ialah SMKN Dander dan SMKN Sumberrejo. Berdasar jadwal SNBP yang tertera, waktu pengisian PDSS tersebut dibuka mulai 6 Januari hingga 31 Januari 2025. Artinya, saat ini waktu pengisian telah ditutup atau berakhir.

Salah satu siswa SMKN Dander Hendri (bukan nama sebenarnya) mengatakan, berencana melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur SNBP. Karena termasuk salah satu siswa eligible (memenuhi syarat) di sekolahnya.

’’Dari dulu ingin setelah sekolah lanjut kuliah. Ingin lanjut ke PTN karena mungkin nanti akan ada banyak beasiswa atau keringanan biaya,” kata remaja yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Dia melanjutkan, telah melakukan konsultasi bersama dengan guru BK di sekolahnya. Terkait nilai rerata dari fakultas atau program studi yang ingin dimasuki. Kebutuhan seperti portofolio hingga konsultasi terkait nilainya.

Hal tersebut dilakukan karena keinginan untuk lolos PTN melalui jalur SNBP. ’’Saya lebih tertarik ke negeri daripada swasta,” tambahnya.

Kepala SMKN Dander Molyono mengatakan, total terdapat sekitar 17 siswa di sekolahnya yang ingin lanjut di PTN. Ada beberapa data yang sudah di-upload, sisanya sekitar 12 data belum masuk karena gagal upload.

Jadi, pihaknya bukan tidak upload, tapi gagal upload. Hal tersebut juga sudah disampaikan kepada Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) dan akan ada perpanjangan untuk pengisian PDSS.

’’Sudah kami sampaikan ke Cabdin, akan segera dibuka. Mungkin nanti malam atau besok akan ada kebijakan baru dari pusat, nanti segera di-upload ulang,” ujarnya.

Kepala SMKN Sumberrejo Gunadi mengatakan, sekolahnya tidak menyelesaikan pengisian PDSS akibat kesalahan jaringan. Namun, untungnya PDSS bakal dibuka kembali. ’’Betul, karena kendala jaringan,” pungkasnya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Guru #kuliah #cabdindik #snpmb #jaringan #portofolio #Pangkalan Data #SMKN #beasiswa #SNBP #dander #upload #sumberrejo #guru bk #Siswa #bojonegoro #Perguruan Tinggi #kemdikbud #ptn #pdss #Sekolah #prestasi #eligible #seleksi nasional