BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Biaya haji tahun ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Calon jemaah haji (CJH) hanya perlu pelunasan sekitar Rp 30 juta.
Namun, untuk Jawa Timur diprediksi terjadi penambahan. Karena termasuk zona embarkasi paling jauh dibanding daerah lainnya.
Berdasar data dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 dari Rp 93,4 juta. Tahun ini turun menjadi Rp 89,4 juta BPIH 2025.
Sehingga, rerata BPIH mengalami penurunan sekitar Rp 4 juta. Untuk biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) rerata mengalami penurunan sekitar Rp 614.420.
Tepatnya, dari Rp 56 juta pada 2024 turun menjadi Rp 55,4 juta Bipih pada 2025.
‘’Alhamdulillah, sudah diumumkan. Kemenang sudah sepakat dengan DPR untuk BPIH 2025 sebesar Rp 89,4 juta,’’ kata Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdulloh Hafidz.
Dia melanjutkan, setelah kesepakatan dengan DPR, selanjutnya diajukan untuk penerbitan Keputusan Presiden (Keppres). Kemudian, dilakukan perincian melalui Keputusan Menteri Agama (KMA).
Untuk embarkasi bagian barat, seperti Aceh akan lebih murah dibanding belahan Timur. Jadi, semakin ke timur akan semakin mahal. Hal tersebut imbas dari selisih transportasi.
‘’Kalau dihitung dari keseluruhan, masih melunasi sekitar Rp 30 juta. Tapi, nanti ada tambahan selisih perembarkasi. Di Jawa Timur kemungkinan terdapat tambahan sekitar Rp 2 juta,’’ tuturnya.
Selain adanya penurunan biaya haji tersebut. Persentase nilai manfaat haji juga mengalami penurunan pada 2025. Yakni, dari sebesar 40 persen subsidi nilai manfaat yang didapatkan pada 2024 dan 60 persen biaya yang harus dibayar oleh jemaah.
Turun menjadi hanya 38 persen besaran nilai manfaat yang diterima jemaah pada tahun ini. Sisanya, sebesar 62 persen biaya ditanggung jemaah.
‘’Nilai manfaat turun 2 persen. Dulu 40 persen, tahun ini 38 persen,’’ tegasnya.
Ketua KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, dengan tekad dan usaha keras untuk efisiensi, akhirnya ongkos haji 2025 bisa turun.
Penurunan biaya haji tersebut sudah luar biasa. Meski sebenarnya masih bisa dilakukan efisiensi biaya lagi. Karena kalau BPIH turun, tapi tidak signifikan. Tentu masih jauh dari harapan masyarakat.
‘’Kami masih tetap memohon agar tahun depan untuk lebih diefisienkan lagi,’’ ujarnya.
Menurutnya, dengan dilakukan efisiensi kembali. Biaya haji bisa kembali diturunkan. Terutama biaya manasik haji di tanah air. Mengingat KBIHU saat ini sudah menjadi mitra penyelenggara yang bertugas sebagai pendamping dan pembimbing.
Maka, tugas manasik bisa diserahkan seluruhnya ke KBIHU. Sehingga pengeluaran dapat ditekan dan biaya haji bisa turun. Selain itu, biaya penginapan, transportasi, dan konsumsi juga bisa ditekan.
‘’Kalau bisa mengatur bahwa haji tidak 40 hari, tapi juga bisa 30 hari. Sehingga, dengan cara itu bisa diefektif dan efisienkan,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana