Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Duel Persibo Bojonegoro vs Persela Lamongan, Suporter Keluhkan Penjualan Tiket: Panpel Beralasan Antisipasi Kehadiran Suporter Tim Tamu

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 10 Oktober 2024 | 18:03 WIB
TAK BIASA: Tribun utara yang biasanya dipenuhi suporter Persibo Drago Tifoso Curva Nord, pada pertandingan Persibo vs Persipal Palu Minggu (6/10) lalu dipenuhi suporter wajah baru dengan berkopiah. (Y
TAK BIASA: Tribun utara yang biasanya dipenuhi suporter Persibo Drago Tifoso Curva Nord, pada pertandingan Persibo vs Persipal Palu Minggu (6/10) lalu dipenuhi suporter wajah baru dengan berkopiah. (Y

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Penjualan tiket pertandingan Persibo kontra Persela mendapat banyak kritikan dari suporter. Terutama penggunaan satu KTP, KIA, atau kartu pelajar untuk pembelian satu tiket. Kebijakan tersebut dinilai mempersulit suporter.

Namun, panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persibo menerapkan kebijakan itu dengan alasan mengantisipasi kehadiran suporter Persela.

Sehingga dengan pengecekan KTP maupun identitas lainnya bisa mengatahui asal suporter yang membeli tiket dan hadir di Stadion Letjend Soedirman (SLS).

Dwi Niya, salah satu suporter Persibo mengatakan, berkaitan tiket Persibo banyak catatan. Pertama, aturan satu tiket satu KTP untuk laga kontra Persela saat membeli maupun masuk stadion ruwet. Walau dengan dalih antisipasi suporter dari Lamongan.

‘’Menurutku jika ini dianggap sebagai persiapan panpel atau manajemen justru tidak. Aturan ini menunjukkan rendahnya SDM di pengelolaan (panpel, manajemen) sendiri,” kritiknya.

Kedua, bentuk tiket. Tiket pada laga kontra Persepal tak berkualitas. Warna seperti pudar, tipis, kecil, gradasi atau perpaduan warna tidak bagus.

Ketiga, sistem pembelian tiket juga ruwet. Ketika membeli tiket sebelum hari pertandingan mendapat kwitansi dulu baru ditukar tiket ketika hari H pertandingan. Sehingga suporter harus bolak-balik ke store Persibo.

‘’Sedangkan ketika membeli saat hari H dikhawatirkan kehabisan tiket,” ujarnya.

Aulia Rahma suporter Persibo lainnya mengatakan, kebijakan atau aturan panpel Persibo bagus. Terlebih tujuannya untuk kebaikan Persibo. Tepatnya mengantisipasi suporter tamu datang.

Ketika suporter tim tamu datang Persibo bisa terancam sanksi denda yang merugikan. Ada suporter tidak setuju dengan aturan tersebut karena memperlambat masuk stadion.

Namun panpel sudah memberikan solusi dengan memperbanyak akses masuk stadion dan pintu di buka lebih awal agar tidak terjadi antrean panjang.

Terpisah, Ketua Bidang Keamanan Panpel Persibo Arif mengatakan, kebijakan satu KTP satu tiket dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran suporter tim tamu. Terlebih suporter lawan dilarang hadir di stadion.

Tentu kebijakan tersebut sesuai dengan pihak keamanan dalam hal ini Polres bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bojonegoro dan divisi keamanan panpel pertandingan Persibo kontra Persela.

‘’Mempertimbangkan sejarah rivalitas Persibo dengan Persela,” ungkapnya.

Arif menjelaskan, suporter yang belum memiliki KTP bisa menggunakan KIA atau kartu pelajar. Terlebih ketika masuk ke stadion juga diberlakukan verifikasi atau pengecekan kartu identitas. Panpel bekerja sama dengan Disdukcapil Bojonegoro akan menyiapkan 20 KTP reader juga 36 petugas pemeriksaan.

‘’Di laga kontra Persipal hanya 10 KTP reader dan 16 pertugas,” jelasnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#KTP #sdm #polres bojonegoro #stadion letjend soedirman #Liga 2 #tiket #persibo bojonegoro #persibo #Polres #panpel #persela lamongan #suporter #sls #disdukcapil #persela #kartu pelajar #bojonegoro #store #KIA #pembelian tiket #keamanan