Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BPN Bojonegoro Terapkan Sertifikat Tanah Elektronik, Dipastikan Aman dari Peretasan

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 24 Juli 2024 | 17:39 WIB

 

VERIFIKASI DATA: Panitia PTSL sedang verifikasi berkas pemohon. BPN Bojonegoro mulai terapkan sertifikat elektronik.  VERIFIKASI DATA: Panitia PTSL sedang verifikasi berkas pemohon.
VERIFIKASI DATA: Panitia PTSL sedang verifikasi berkas pemohon. BPN Bojonegoro mulai terapkan sertifikat elektronik. VERIFIKASI DATA: Panitia PTSL sedang verifikasi berkas pemohon.

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro mulai memasifkan program sertifikat tanah elekteronik atau sertipikat-el sejak 22 Juli.

Masyarakat dengan data pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang belum dimasukkan atau ter-input per tanggal tersebut akan menerima bentuk elektronik.

Penerapannya belum ke semua daerah. Namun, diklaim lebih aman. ‘’Diterapkan se-Jawa Timur salah satunya Bojonegoro. Ini tergantung kesiapan daerah,” kata Kepala BPN Bojonegoro Andreas Rochyadi  selasa (23/7).

Andreas melanjutkan, sertifikat-el diterima masyarakat dalam format pdf. Data terpusat di pusat data dan teknologi informasi (pusdatin) nasional. Bisa diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

Ketika disinggung perihal keamanan dengan maraknya peretasan atau kerawanan siber, pihaknya mengklaim, sertifikat-el aman. ‘’Sejauh ini masih aman,” klaimnya.

Dia melanjutkan, untuk biaya pengurusan sertifikat-el sama dengan sertifikat analog atau cetak. Jika, terjadi kehilangan pun melalui mekanisme serupa.

‘’Kalau yang hilang sertifikat analog akan dialihmediakan menjadi elektronik di terbitan kedua,” imbuhnya.

Namun, pria asal Kecamatan Banjarsari, Solo itu menegaskan, sertifikat analog tetap bisa digunakan. Tidak ada perbedaan dengan sertifikat-el.

Sehingga, kata dia, masyarakat diimbau tidak panik atau khawatir. ‘’Kegunaan atau manfaatnya sama. Masih berlaku. Jadi, masyarakat jangan panik,” tuturnya.

Andreas melanjutkan, berdasar data BPN Bojonegoro, dari jumlah 25 ribu bidang sebanyak 17.125 bidang tetap menggunakan sertipikat analog. Sebab, sudah terinput di data. Sedangkan, sisanya, yakni 7.875 bidang akan menerima dalam bentuk sertipikat-el.

‘’Mulai minggu ini paling lama bulan depan sejak disosialisasikan 22 Juli sertipikat bertransformasi ke elektronik. Termasuk sertipikat PTSL,” tandas dia. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#daerah #kesiapan #program #bojonegoro #bpn