Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tiga Website Pemkab Bojonegoro Terserang Promosi Judol

Hakam Alghivari • Senin, 8 Juli 2024 | 20:00 WIB

 

Ilustrasi website diretas.
Ilustrasi website diretas.

Kemananan siber dari Pemerintah Pusat hingga Daerah tidak jauh berbeda. Baru-baru ini Pusat Data Nasional (PDN) terserang ransomware. Sebelumnya, ada tiga website Pemkab Bojonegoro juga terserang promosi judi online (judol).


DINAS Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bojonegoro mengklaim telah memitigasi risiko serangan siber. Meski begitu, diakui, bahwa keamanan siber di Bojonegoro masih minus. Mengingat, masih terdapat sekitar tiga website atau situsweb Pemkab Bojonegoro terserang konten promosi judol.

’’Kalau dibilang minus, ya kami minus. Nasional kan juga minus,’’ ujar Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinkominfo Bojonegoro Sutrisno. Dia menyampaikan, tiga situs web jajaran Pemkab Bojonegoro yang saat ini masih terserang konten promosi judol.

Di antaranya, Simaniz (Sistem Informasi Manajemen Perizinan), situsweb Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Meski sudah pernah ditangani, namun tiga situsweb tersebut kembali diserang oleh konten judol.

’’Tiga (website) itu masih berlangsung, serangan masih ada. Kami perbaiki, mereka menyerang lagi,” tambahnya. Meski masih mendapat serangan judol, namun ia mengklaim, bahwa telah melakukan mitigasi.

Upaya perlindungan keamanan, menggunakan firewall. Guna perlindungan server dan jaringan. Kemudian, untuk keamanan data, telah dilakukan backup secara terpisah. ’’Data-data ada backup. Di server sendiri ada dan di cadangan juga ada,” paparnya.

Dia melanjutkan, penyimpanan data Pemkab Bojonegoro dilakukan terpisah. Selain itu, juga memanfaatkan pusat data nasional (PDN). Untuk situsweb Pemkab Bojonegoro menggunakan telkomsigma.

Kemudian, untuk keamanan siber hanya melalui pengujian penetrasi. Apabila ada kendala, dikoordinasikan dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Karena semua penanganan siber, kalau ada kesulitan menuju ke BSSN. ’’Untuk tenaga ahli, kami menggunakan BSSN. Kami hanya pengujian awal, untuk tidak lanjut diserahkan ke BSSN,’’ ujarnya. (ewi/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#bssn #Pemkab #PDN #ransomeware #retas #bojonegoro #website