BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Perbedaan penetapan awal Ramadan 1445 Hijriyah harus disikapi dengan kebijaksanaan. Warga Muhammadiyah dipastikan akan tawarih lebih dulu, karena telah menetapkan awal Ramadan pada Senin (11/3). Sehingga, salat tarawih akan dimulai pada malam ini.
Sebaliknya, hari ini (10/3) Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro melakukan Rukyatulhilal (melihat bulan) di Bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan pukul 16.00.
Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, sesuai keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, malam ini sudah mulai salat terawih. Sedangkan, pemerintah menunggu hasil rukyah. Sehingga, berpotensi terjadi perbedaan awal Ramadan.
Diimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah di Bojonegoro agar melaksanakan salat terawih dan ibadah bulan Ramadan dengan penuh keyakinan.
Sambil menghormati apabila kaum muslim yang lain memiliki keyakinan berbeda dalam mengawali bulan Ramadan. ‘’Kami tetap menghormati ketika terjadi perbedaan. Agama menyarankan untuk saling memahami, menghormati, dan toleransi antara satu dengan lainnya,’’ lanjutnya.
Dia melanjutkan, sebagai bentuk toleransi diimbau kepada warga Muhammadiyah setelah salat tarawih malam ini (10/3). ‘’Apabila ada tadarus Alquran, tidak perlu menggunakan pengeras suara di Masjid secara berlebihan,’’ pesannya.
Pemerintah harus memberi ruang dan jalan. Juga, tetap mengayomi warga Muhammadiyah yang sudah melakukan salat tarawih lebih dulu.
‘’Kami juga memohon kepada pihak-pihak keamanan untuk selalu memberi ruang dan tidak menghalang-halangi kami dalam melaksanakan keyakinan,’’ harapnya.
Menurut Sholikin, puasa tidak hanya mengajarkan ibadah habluminallah (hubungan sesama manusia). Tapi, juga harus bisa mengimplementasikan habluminannas (hubungan sesama manusia). Yakni, dengan memiliki kesetiakawanan dan perhatian kepada publik dengan cara mengeluarkan zakat, infak, dan shodaqoh. Selain itu, menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang bisa menyebabkan rusaknya pahala.
‘’Mari kita jalankan ibadah puasa ini dengan penuh keyakinan yang bisa mengimplementasikan hubungan kita kepada Allah dan sesame manusia,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Kementerian Agama Bojnegoro akan menggelar Rukyatulhilal Sore ini. ‘’Rukyatulhilal dilakukan Minggu (10/3) dengan melibatkan semua organisasi masyarakat Islam, Kemenag, dan tim rukaytulhilal,’’ ujar Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid.
Sementara itu, dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi.
‘’Diimbau untuk masyarakat Bojonegoro untuk menjaga, saling pengertian, dan toleransi,’’ pesannya. (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari