BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Waktu perpanjangan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahap pertama 2024 telah berakhir Sabtu (23/2). Dari jumlah total 1.862 calon jemaah haji (CJH) berhak lunas di Bojonegoro.
Terdapat 301 jemaah belum melakukan pelunasan. Jemaah tidak melakukan pelunasan tidak bisa berangkat haji tahun ini. Namun, tidak akan kehilangan nomor porsi. Artinya, masih bisa melakukan ibadah haji di tahun berikutnya saat sudah mampu melakukan pelunasan bipih.
‘’Pelunasan bipih tahap pertama 2024 berakhir. Untuk CJH tidak melakukan pelunasan hingga kemarin (23/2), bisa berangkat tahun depan,’’ ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz.
Berdasar data terakhir dari Kantor Kemenag Bojonegoro, dari jumlah total 1.862 CJH Bojonegoro, sebanyak 1.561 jemaah sudah melakukan pelunasan bipih tahap pertama tahun ini. Sehingga, tersisa 301 jemaah belum melakukan pelunasan.
Sedangkan, untuk jumlah CJH telah dinyatakan istita’ah kesehatan sebanyak 1.598 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 37 CJH telah dinyatakan istita’ah, namun belum melakukan pelunasan bipih. Sedangkan, untuk CJH dinyatakan tidak istita’ah terdapat 6 orang.
‘’CJH dinyatakan tidak lolos istita’ah kesehatan apabila sakit parah atau tidak bisa diobati dalam waktu singkat,’’ paparnya.
Dari 301 CJH tidak melakukan pelunasan bipih, menurut Hafidz, disebabkan karena beberapa faktor. Meliputi, karena sakit dan dinyatakan tidak istita’ah kesehatan. Selanjutnya, status sebagai CJH cadangan sehingga memilih untuk menunda keberangkatan di tahun berikutnya agar lebih pasti bisa berangkat.
Mengingat, status cadangan bisa berangkat tahun ini dan ada kemungkinan untuk tidak berangkat. Terakhir, karena menunggu pasangan untuk mendapat status istita’ah, baru akan melakukan pelunasan.
‘’Rerata suami atau istri yang pasangannya belum dinyatakan istita’ah, akan menunggu agar sama-sama dinyatakan istita’ah. Baru melakukan pelunasan bersama,’’ tambahnya. (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari