Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sebanyak 15 Kampus di Bojonegoro Ngegas Bidik Mahasiswa Baru, Strateginya

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 20 Juni 2023 | 18:02 WIB
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
https://www.youtube.com/shorts/2YQsjEyrGgY

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kampus-kampus di Bojonegoro sudah siap membidik atau ngegas sekaligus menyambut mahasiswa baru. Ada 15 kampus swasta di Bojonegoro dengan beragam karakteristik prodi dan jurusan. Rerata kampus membuka pendaftaran mahasiswa baru (PMB) sedari awal tahun dan saat ini sudah memasuki gelombang kedua. Ada beberapa strategi kampus ngegas gaet mahasiswa baru.

Ketua STEI Permata Bojonegoro Agung Hirmantono mengatakan, kampusnya menargetkan 150-200 mahasiswa baru. Meski kampus baru, ia optimistis dua program studi (prodi) yaitu akuntansi syariah dan manajemen bisnis syariah mampu menjawab kebutuhan di dunia kerja.

Wakil Rektor Unugiri Ridlwan Hambali mengatakan, sudah memasuki gelombang kedua PMB dan menargetkan 2.000 mahasiswa tahun ini. Tentu, setiap prodi harus bersemangat menggaet mahasiswa baru. Tapi, memang perlu diakui, pendaftar PMB biasanya ramai saat gelombang ketiga, saat PMB dari kampus negeri sudah rampung.

Bahkan, Unugiri tak hanya membuka pendidikan S-1, tapi juga pendidikan S-2. Kualitas atau akreditasi setiap prodi juga senantiasa kami utamakan,” jelasnya.

Kepala Biro Akademik Universitas Bojonegoro (Unigoro) Joko Purwanto mengatakan, kampusnya memasang target 1.200 mahasiswa baru tahun ini. Pihaknya tak menggunakan metode gelombang satu, dua, dan tiga. Kami hanya ada dua periode yakni serbu dan reguler,” ujarnya. Periode serbu, dibuka bagi para siswa SMA, SMK, MA yang belum lulus mendaftar sebagai calon mahasiswa.

Unigoro, tutur dia, pun memikat calon mahasiswa dengan beragam beasiswa. Di antaranya beasiswa selebgram, hafiz, prestasi, yayasan, keberagaman, dan KIP,” jelasnya.

Pradila Arfiyani mahasiswi Unugiri mengaku usai lulus SMA tertarik kuliah di Bojonegoro. Salah satu alasannya tentu bisa menekan biaya. Jadi tidak ada biaya untuk kos,” ucap mahasiswi asal Desa/Kecamatan Ngasem itu.

Dewi Safitri mengatakan, selain kuliah di Bojonegoro lebih irit, juga bisa mendapat peluang-peluang lain seperti bekerja. Semisal ada sekolah dekat rumah butuh guru honorer, kami bisa masuk. Juga bisa nyambi bantu usaha-usaha milik orang tua,” tutur mahasiswi asal Desa Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk itu. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#pmb #Mahasiswa Baru #kampus lokal #bojonegoro