Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bojonegoro Masih Berpotensi Gempa, Data BNPB Ada 194 Desa

M. Yusuf Purwanto • Senin, 19 Juni 2023 | 20:25 WIB
Ilustrasi (ISTIMEWA FOR RDR.BJN)
Ilustrasi (ISTIMEWA FOR RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro — Peristiwa gempa dengan jenis tektonik di wilayah Bojonegoro, menimbulkan kewaspadaan bagi masyarakat. Diketahui, Bojonegoro memiliki potensi gempa berdasar dokumen kajian risiko bencana 2017-2021 yang dikeluarkan badan nasional penanggulan bencana (BNPB). Terdapat 194 desa dari 16 kecamatan berpotensi terjadi gempa bumi.

Berdasar dokumen BNPB, Beberapa Kecamatan di Bojonegoro yang memiliki potensi di antaranya Kecamatan Bubulan; Dander; Gondang; Kasiman; Kedewan; dan Kedungadem.

Kemudian Kecamatan Malo; Margomulyo;  Ngambon; Ngasem; Ngraho; Sekar; Sugihwaras; Tambakrejo, Temayang; dan Trucuk. Namun, 16 kecamatan tersebut dikategorikan dalam kelas bahaya rendah.

Jhoni Susanto, pegiat sejarah di Komunitas Bojonegoro Tempo Doeloe (KBTD) mengatakan, meski di Bojonegoro tidak ada gunung berapi. Namun, dalam catatan sejarah, aktivitas gempa beberapa kali terjadi dan tercatat dalam tulisan koran di masa kolonial. Seperti pada 9 Juli 1856, dan 13 Oktober 1868 yang tertulis di Javasche courant (surat kabar Belanda),” ungkapnya.

Dia menambahkan, gempa tercatat kembali di surat kabar Belanda yaitu De indiesche courant, pada 14 Mei 1935 silam. Kemudian pada masa setelah kemerdekaan, gempa berkekuatan 6 magnitudo sempat merusak wilayah Tuban juga dirasakan hingga Bojonegoro pada 19 Juni 1950 tercatat di United States Geological Survey (USGS). Gempa yang terjadi di Bojonegoro  (12/6), bisa menjadi pelajaran serta kewaspadaan bersama,” ungkapnya.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tuban Zem Irianto menjelaskan, adanya data 7 titik sesar atau patahan di wilayah Jawa Timur. Salah satunya sesar kendeng dan Zona sesar RMKS yang melewati Bojonegoro. Namun, dirinya menegaskan aktivitas sesar lokal di pada gempa Senin lalu (12/6) hingga saat ini belum teridentifikasi.

Arhananta, ahli geologi asal Bojonegoro menambahkan, dalam konteks gempa tektonik, potensinya pasti tetep ada, karena posisi geologi Bojonegoro yang unik berada di zona sesar Kendeng dan sesar RMKS atau Rembang, Madura, Kangean dan Sakala. Selain itu juga terdapat sesar lokal yang menyertainya. Namun potensi gempa, tersebut sebatas gempa kecil yang tidak merusak. (dan/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#gempa bumi #Data BPN #bojonegoro #194 Desa