Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Gempa Guncang Bojonegoro, Diduga dari Sesar Kendeng

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 13 Juni 2023 | 18:46 WIB
CEK GEMPA: Pegawai BPBD Bojonegoro mengecek peta melalui monitor di peralatan Ina-Tews atau sistem peringatan dini. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH.RDR.BJN)
CEK GEMPA: Pegawai BPBD Bojonegoro mengecek peta melalui monitor di peralatan Ina-Tews atau sistem peringatan dini. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH.RDR.BJN)
https://www.youtube.com/shorts/InDEWJ319jQ

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Agus kaget merasakan getaran akibat gempa Senin (12/6) pagi. Sekitar pukul 08.04, pemuda di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro, tersebut bergegas keluar rumah. Panik, karena juga mengetahui ayam-ayam ternaknya berkokok keras dan berlarian kaget.

Bojonegoro dilanda gempa Senin pagi. Getaran dirasakan di empat kecamatan. Kecamatan Kota, Trucuk, Kalitidu, dan Malo. Kepala Stasiun BMKG Tuban Zem Irianto mengatakan, gempa dengan kekuatan magnitudo 4.0. Berada 6 kilometer bagian barat laut Kabupaten Bojonegoro.

Gempa mengguncang wilayah Bojonegoro, masih menimbulkan spekulasi. Titik lokasi gempa berada di antara Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Diduga berasal dari Sesar Kendeng.

Berdasar dokumen kajian risiko bencana 2017 dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bojonegoro mempunyai potensi gempa karena dihimpit dua sesar, yakni Sesar Kendeng di selatan dan Sesar Rembang di utara.

Wilayah dilewati sesar zona Kendeng meliputi Kecamatan Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Gondang, Bubulan dan Temayang hingga ke arah Kabupaten Nganjuk dan Jombang. Sementara, wilayah dilewati Sesar Rembang yakni Kecamatan Kedewan dan Malo, berbatasan Kabupaten Blora, dan ke arah Tuban.

Arhananta ahli geologi asal Bojonegoro mengatakan, gempa tersebut diduga berasal dari Sesar Kendeng, atau paling dekat dengan titik lokasi bencana di Kecamatan Trucuk. Sesar tersebut membujur dari Grobogan, Jawa Tengah hingga Pulau Madura. ‘’Sementara sesar Rembang masih satu kesatuan dengan sesar Kendeng, dalam zona depresi Randubelatung,” bebernya.

Menurut dia, gempa di Jawa terkonsentrasi di bagian selatan. Namun, di tengah-tengah yaitu Sekar Kendeng tetap bisa menimbulkan gempa. Beruntungnya, kekuatan gempa di Sesar Kendeng termasuk kecil. ‘’Meski sering namun kekuatannya kecil, justru lebih aman,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, belum ada laporan kerusakan. ‘’Laporan kerusakan dampak gempa tersebut, nihil,” ungkapnya.

Menurut Ardhian, gempa masuk skala MMI Kategori II dan III, dalam artian guncangan lemah hanya merasakan getaran saja. (dan/rij)

https://www.youtube.com/shorts/GGE7WtfrA7w Editor : M. Yusuf Purwanto
#Perlu Penelitian #gempa bumi #peringatan dini #bojonegoro #bpbd