Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Seramnya "War" Tiket Kereta Bojonegoro-Surabaya di Akhir Pekan

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 3 Juni 2023 | 17:38 WIB
TRANSPORTASI MASAL: Kereta komuter line Arjonegoro saat di Stasiun Bojonegoro kemarin. Kereta lokal jadi perburuan saat akhir pekan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
TRANSPORTASI MASAL: Kereta komuter line Arjonegoro saat di Stasiun Bojonegoro kemarin. Kereta lokal jadi perburuan saat akhir pekan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
https://www.youtube.com/watch?v=vPr28YuPzVw&t=9s

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - "War" tiket kereta api Bojonegoro-Surabaya di akhir pekan, kini menjadi fenomena unik. Mahasiswa dan pekerja rela begadang hingga memantau aplikasi demi mendapatkan tiket kereta api lokal Bojonegoro-Surabaya atau sebaliknya.

Riski rela menahan kantuk hanya demi “war” tiket kereta api (KA) lokal Surabaya-Bojonegoro. Tiket mulai bisa diakses pukul 00.00 H-7 pemberangkatan.

Terlambat war tiket KA lokal sehari saja, terkadang Riski gagal alias tiket ludes, terutama tiket akhir pekan. Padahal, kereta lokal ini kesayangan pekerja dan mahasiswa.

Sebagai pekerja di Kota Pahlawan, pemuda asal Bojonegoro itu tentu butuh sekali tiket KA lokal jurusan Bojonegoro Surabaya. Tiket irit di kantong, nyaman, dan turun di stasiun tengah Kota Surabaya.

Istilah “war” tiket atau berperang berebut tiket menjadi umum di kalangan masyarakat sering mengakes KA Bojonegoro-Surabaya atau sebaliknya. Dalam sehari, ada tiga kereta lokal Bojonegoro menuju Surabaya. Mulai kereta commuter line Arjonegoro jurusan Bojonegoro-Sidoarjo dan dua kereta Blorasura (Blora-Surabaya).

Menurut Riski, sering kali kehabisan tiket meski telah melalui sistem online. Untuk menyiasatinya, ia terus memonitor halaman KAI Accses sejak H-7 keberangkatan. Sudah war tiket sejak H-7, tepat jam 12 malam," tuturnya kemarin (2/6).

Muhyidin juga sering tidak mendapatkan tiket KA lokal. Warga Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota terpaksa mencari kereta jarak jauh. Berebut tiket harus H-7, sering kali ludes, ujar pria bekerja di Surabaya itu.

Nurul Izzatul, salah satu penumpang lain mengatakan, commuter line Arjonegoro lebih nyaman, meski kereta tidak jauh berbeda dengan KA ekonomi lokal sebelumnya. Perbedaanya hanya interior dan kursi berjejer empat, namun masih berhadapan. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Arjonegoro #Tidak Cocok Jarak Jauh #commuter line #bojonegoro