Meski dari kejauahan terlihat menjulang, hal tersebut karena rerata wilayah Bojonegoro memiliki permukaan tanah rendah, yaitu 100 hingga 150 mdpl.
Ghalih Alintan warga Desa Pragelan mengatakan, masyarakat sekitar meyakini di lereng curam Gunung Lawang dan Kendil, terdapat flora dan fauna. Dulu terdapat kera dan katak purba, kini masih terlihat yaitu ayam hutan. ‘’Masyarakat meyakini kedua gunung menjadi pintu dan akses masuk sebuah desa,” tutur dia.
Bahkan, bulan-bulan tertentu, matahari akan muncul dari celah dua gunung tersebut. Keindahan panorama, eksotisnya kawasan selatan Bojonegoro tersebut masih menyimpan teka-teki dan menjadi peninggalan kehidupan masa lalu masih perlu ditelisik keberadaannya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto