Pasar tersebut sempat mengalami kondisi sepi pascapandemi, ditambah kebakaran hebat hingga menghanguskan 20 lapak pedagang. Namun, kini situasi berangsur membaik saat memasuki Ramadan. Keramaian tidak hanya di kawasan pasar, tapi tumpah hingga area jalan. Puluhan pedagang menempati lapak kanan kiri jalan penghubung Balen-Sugihwaras tersebut.
Meski berada di pedesaan, namun saat menjelang berbuka, kawasan tersebut berubah menjadi sentra kuliner seperti di perkotaan. Kendaraan merayap, suara klakson, berbaur transaksi jual beli. Setidaknya lebih 30 pedagang di pinggir jalan menjajakan makanan. Sesekali terlihat pedagang keliling dan penjual mainan.
Bagas salah satu warga mengatakan, ngabuburit mulai kembali ramai sejak tahun ini. Menurutnya, tiga tahun terakhir atau pascapandemi sempat sepi baik penjual maupun pembeli. ‘’Meski sudah tradisi sejak dulu selalu ramai, namun sempat sepi tiga tahun terakhir,” ujarnya ditemui di lokasi.
Setiyono, salah satu warga Balen menuturkan, ngabuburit lebih ramai dibanding tahun sebelumnya, namun menurutnya kondisi tersebut belum menyamai saat sebelum masa pandemi. ‘’Memang tidak seramai dulu, namun sudah mulai membaik tahun ini,” ujarnya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto