Mahasiswa S-1 hukum internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu mengatakan, akhir-akhir ini tak sedikit lahir kebijakan atau regulasi berpotensi melemahkan demokrasi. Jadi dominasi generasi muda sebagai pemilih Pemilu 2024 harus dimanfaatkan. Setiap pemilih pemula mampu mengetahui latar belakang para calon pemimpin maupun wakil rakyat.
‘’Arah bangsa dan negara sekarang ini ada di tangan anak-anak muda. Jadi sudah seharusnya anak-anak muda tidak apatis,” tutur pemuda asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas itu.
Satya Bagus mengaku masih bingung isu kepemiluan. Pemuda kelahiran 2002 itu bakal gunakan hak pilihnya perdana pada Pemilu 2024. ‘’Saya hanya pantau isu di media sosial. Namun tidak terlalu dalam,” kata mahasiswa S-1 sastra Jepang Universitas Brawijaya Malang itu.
Disinggung soal golput, Bagus mengaku tidak pernah berpikir tidak memilih. ‘’Sebisa mungkin pakai hak pilih. Jujur, khawatir kalau saya golput nanti surat suara disalahgunakan. Selain itu, saya akan pilih sosok saya tahu dan percaya, agar bisa membawa bangsa ke arah lebih baik,” harapnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto