Anggota KPU Bojonegoro Mustofirin mengklaim antusias para pemilih pemula Bojonegoro tergolong tinggi. ‘’Salah satu parameter bisa kami jadikan tolok-ukur ialah anggota badan ad hoc didominasi anak muda,” tutur komisioner divisi sumber daya manusia (SDM) dan partisipasi masyarakat itu.
Tapi, sebenarnya pemilih pemula ini tidak hanya anak muda baru menginjak usia 17 tahun. Tapi, juga pensiunan TNI/Polri baru memiliki hak pilih pemilu. ‘’Ada juga pemilih pemula usia 30 tahun memang baru akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 mendatang,” jelasnya.
Adapun jumlah pemilih pemula di Bojonegoro belum direkapitulasi. Diperkirakan sekitar 500 ribu pemilih pemula. Firin, sapaan akrabnya, mendorong seluruh anggota PPK, PPS, hingga pantarlih mengoptimalkan edukasi para pemilih pemula semakin melek isu-isu kepemiluan.
Firin berpesan agar para pemilih pemula tidak mudah tergoda hal-hal berbau transaksional. Sehingga kesadaran terhadap politik perlu senantiasa ditingkatkan. ‘’Apalagi sikap apatis dari kalangan pemilih pemula tentu segera disikapi. KPU juga ambil peran menekan agar keapatisan calon pemilih tidak berlarut-larut,” ujarnya.
‘’Jadi KPU bersama bawaslu, pemerintah, maupun parpol perlu mentransformasikan ide serta gagasan yang tepat demi kemajuan demokrasi kepada para pemilih pemula. Setidaknya ketika mereka ini masuk dunia politik ini punya militansi mempertahankan gagasan idealismenya,” bebernya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto