BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Jemaah haji mulai menjalani perekaman biometrik secara bergilir. Sehari rerata 50 jemaah haji. Perekaman melalui aplikasi Saudi Visa Bio merupakan aplikasi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Rekam biometrik ini meliputi scan retina mata, sidik jari, dan rekam foto wajah. Rekam biometrik didominasi usia lanjut. Terdapat beberapa permasalahan, misalnya wajah dan sidik jari sulit terbaca.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro M. Abdullah Hafid mengatakan, ada jemaah sakit dan tangannya tidak bisa terbuka. ‘’Tangannya mlungker sehingga sulit perekaman. Jadi, harus meminta surat keterangan dari dinas kesehatan terkait kondisi tersebut,’’ jelasnya kemarin (30/3).
Menurut Hafid, selain sidik jari, scan wajah terkadang juga sulit terindentifikasi untuk CJH usia lanjut. Beberapa dari mereka terekam memakai kaca mata, padahal itu kelopak mata yang hitam. Sehingga harus mengulang perekaman beberapa kali.
https://www.youtube.com/shorts/R1_XBjDtFqU
Kemenag setempat akan mengevaluasi perekaman setelah dua hari ini. Perlu tidaknya penambahan alat dan personel. ‘’Biometriknya dicicil dulu. Kalau menunggu semua pelunasan, khawatir waktunya nanti tidak mencukupi. Targetnya satu bulan selesai,’’ bebernya.
Tidak semua handphone bisa digunakan rekam biometrik. Terdapat beberapa persyaratan, seperti spesifikasi random access memory (RAM), memori minimal 28 GB, dan aplikasi khusus.
Dia mengatakan, kuota haji tahun ini 1.484 CJH menunggu pelunasan, termasuk 196 cadangan. Perekaman biometrik diutamakan CJH sudah lunas 2020.
Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro Munir mengatakan, haji tahun ini berprinsip berkeadilan dan ramah usia lanjut. (ewi/rij)