Ada dua akun mengunggah video berdurasi 26 detik tersebut. Yakni @bojonegoro.24jam dan @berita_bojonegoro2. Di caption video tertulis, bahwa menurut warga sekitar, kejadian perang sarung terjadi dua kali. Komentar warganet rata-rata bernada sinis. Kepolisian mengimbau kepada para orang tua ikut mengawasi anak-anaknya.
Kasi Humas Polres Bojonegoro Iptu Supriyanto membenarkan, bahwa kejadian perang sarung itu terjadi di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Desa Kalitidu. Tepatnya terjadi Sabtu dini hari lalu (25/3). Perang sarung itu melibatkan remaja dari Desa Panjunan dan Kalitidu. Saat itu para remaja sedang oklik di desanya masing-masing.
‘’Usai oklik keliling membangunkan orang sahur di jalan kampung, kedua kelompok remaja itu sama-sama menuju ke Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Desa Kalitidu sambil membawa sarung,” tuturnya.
Selanjutnya, terjadi aksi perang sarung. Namun, dia menduga hanya sebatas gurauan. ‘’Dalam video viral perang sarung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Karena perang sarung merupakan gurauan belaka,” bebernya.
Kapolsek Kalitidu Iptu Usodo mengatakan, perang sarung itu hanya main-main. ‘’Kejadian (perang sarung) itu terjadi usai oklik. Tidak lama kemudian mereka sudah buyar,” ujarnya dan memastikan saat ini sudah kondusif dan tidak ada perang sarung.
Camat Kalitidu Agus Haryana Panca Putra mengatakan, telah membuat surat edaran kepada masyarakat agar ikut menjaga ketertiban dan keamanan. Perihal perang sarung, tetap jadi atensi. ‘’Kami tetap beri imbauan kepada para orang tua agar menjaga anak-anaknya,” jelasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto