Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

BUMDes Lirik Bisnis Telur Ayam

M. Yusuf Purwanto • Senin, 9 Januari 2023 | 16:35 WIB
AYAM PETELOR: Ayam petelor di kandang milik BUMDes ini mulai produktif, sekitar tiga badan usaha milik desa yang bergerak budidaya ayam petelur. (M. Nurcholis/RDR.BJN)
AYAM PETELOR: Ayam petelor di kandang milik BUMDes ini mulai produktif, sekitar tiga badan usaha milik desa yang bergerak budidaya ayam petelur. (M. Nurcholis/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Bandungrejo, Kacangan, dan Dolokgede melakukan usaha budidaya ayam petelur. Anggaran dana yang digelontorkan untuk usaha ini sekitar Rp 1 Miliar.

 

Pemilihan usaha ini karena di daerah tersebut belum ada budidaya ayam petelur. Sedangkan kebutuhan telur di Bojonegoro sendiri tergolong tinggi.

 

Staf BUMDes Desa Kacangan Ainul Yaqin mengatakan, selain Bumdes Desa Kacangan, terdapat dua BUMDes lainnya yang juga melakukan budidaya ayam petelur. Yakni, di Desa Bandungrejo, dan Desa Dolokgede. ‘’Pembangunan kandang ayam petelur di Desa Kacangan sendiri dilakukan pada 2019. Mulai beroperasi di Januari 2020,’’ ujarnya.

 

Dia mengatakan, untuk saat ini omset sekali panen sekitar Rp 3 juta. Pengelola budidaya ayam petelur di Desa Kacangan terdiri dari dua orang. Satu orang sebagai anak kandang dan satu lainnya sebagai pemasaran.

 

Sekretaris Bumdes Bandungrejo Hartutik mengatakan, kandang ayam petelur ini dibangun pada 2019. Dengan anggaran dana sekitar RP 1 Miliar.

 

‘’Pembangunan berlangsung selama dua bulan. Setelah pembangunan selesai langsung digunakan, terdapat 3.500 ayam yang ada di kandang milik Bumdes Bandungrejo,’’ lanjutnya.

 

Budidaya ayam petelur ini sepenuhnya dikelola oleh Bumdes. Tapi, untuk pengerjaannya dibantu masyarakat sekitar. Seperti perawatan kandang, pembersihan kotoran ayam, hingga memberi kebutuhan nutrisi pada ayam. Pekerjaan tersebut dilakukan pekerja dari masyarakat sekitar.

 

Budidaya ayam petelur tersebut berhasil dipanen setiap hari. Omset setiap harinya tidak tentu. Tergantung dengan harga telur ayam di pasaran. Harga tertinggi, yakni Rp 28.000 perkilogram. ‘’Setiap harinya terdapat 170 kilogram telur ayam hasil panen. Jika harganya sedang tinggi maka omsetnya mencapai Rp 4,8 juta setiap harinya,’’ jelasnya.

 

Selain untuk memenuhi kebutuhan telur masyarakat dengan harga yang rendah. Budidaya ayam petelur ini juga bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar. Hartutik berharap kedepannya bisa menambah jumlah kandang beserta ayamnya. Dengan begitu, selain jumlah penghasilannya yang bertambah. Masyarakat sekitar yang akan mendapat pekerjaan juga akan bertambah. (ewi/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Ekonomi Desa #telur ayam #bumdes #bojonegoro