Disinggung perihal apakah sudah punya mobil siaga, Yulia mengaku belum punya. Padahal, desanya pun sudah memasang pembelian mobil siaga sumber dananya dari BKKD itu di P-APBDes 2022. “Kami juga sudah ajukan proposal,” katanya.
Ia berharap tahun depan bisa menerima BKKD untuk beli mobil siaga tersebut. “Semoga ada susulan BKKD. Mengingat kami juga belum punya mobil siaga,” tambahnya.
Sekretaris Desa Tanjungharjo David Pranoto juga mengaku belum tahu alasannya belum menerima BKKD untuk beli mobil siaga desa. “Padahal, kami sudah penuhi syarat-syarat administrasi seperti proposal maupun pemasangan anggaran di P-APBDes 2022,” ucapnya. Namun saat ini, Pemdes Tanjungharjo sudah punya mobil siaga sendiri.
Terpisah, Kepala Desa Plesungan Moh. Choiri mengatakan, bahwa desanya menerima BKKD untuk beli mobil siaga. Petunjuk teknis (juknis) pengadaan mobil siaga juga akan disosialisasikan hari ini di Pendapa Malowopati. “Sepertinya juknis tidak jauh berbeda dengan BKKD sebelumnya,” katanya.
Adapun proses lelang setidaknya butuh sepuluh hari.
Mekanismenya nanti bisa pakai dokumen pelaksanaan anggaran lanjutan (DPAL) yang mana dimasukkan di dalam APBDes 2023. “Jadi, tahapan awal lelang sudah dimulai akhir 2022 ini, lalu saat menyusun R-APBDes 2023 memasukkan DPAL untuk pengadaan mobil siaganya,” bebernya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto