Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, membangun pasar itu mudah. Sebab, Bojonegoro memiliki APBD besar. Namun, membangun perekonomian masyarakat tidak mudah. Pasar dibangun megah belum tentu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Itu terbukti dibangunya dua pasar di Bojonegoro Kota. Pasar itu belum bisa mendongkrak perekonomian. Yakni, Pasar Banjarejo dan Pasar Wisata. Pasar Banjarejo cenderung sepi pembeli dan stan banyak yang tutup. Sedangkan Pasar Wisata yang baru diresmikan Januari lalu, tidak diminati pedagang.
‘’Bangunan pasar itu bagus. Namun, desainnya yang salah,’’ jelasnya.
Karena itu, dia meminta pemkab meninjau ulang membangun pasar agro di Desa Ngambon. Sebab, Kecamatan Ngambon tidak berada di jalur lintas kabupaten atau jalan nasional. Sehingga, diperkirakan pasar itu bakal sepi.
Sukur meminta pemkab tidak mengulangi kesalahan pembangunan Pasar Wisata dan Pasar Banjarejo. Yakni, asal membangun pasar dengan konsep tidak matang. Akibatnya, pasar menjadi tidak ramai.
Terkait pembangunan yang akan dilakukan oleh desa dengan sistem bantuan keuangan khusus desa (BKKD), pihaknya belum mengetahui secara detail. Namun, itu harus menjadi pertimbangan karena desa tidak memiliki personel teknis kompeten di bidang itu. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto