Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro genangan di Jalan Mastrip dan Panglima Sudirman surut kurang dari dua jam. Sedangkan, beberapa ruas Jalan Patimura, Untung Suropati, dan Panglima Polim surut lebih dari dua jam.
Meski mampu surut kurang dari dua jam, dampak dari genangan air mempercepat kerusakan jalan aspal. Terbukti ada enam titik aspal bolong di Jalan Mastrip dan empat titik di Jalan Panglima Sudirman.
Dekan Fakultas Sains dan Teknik (Saintek) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Harjono mengatakan, bahwa pada prinsipnya musuh utama aspal yakni air. “Jadi kalau ada air tergenang di atas aspal, lalu ada kendaraan melintas, aspal lebih mudah terkelupas,” jelasnya.
Sehingga, proses perencanaan pembangunan harus memperhatikan sudut kemiringan jalan aspal. “Jika sisi kiri dan kanan jalan ada drainase, tentu jalan bagian tengah agak ditinggikan, agar air bisa mengalir lancar ke drainase,” bebernya. Di sisi lain, harus diikuti sudut kemiringan bangunan drainase mengalir ke Kali Afvoer hingga Bengawan Solo.
Berbeda dengan jalan cor yang mana lebih tahan terhadap air. “Sepanjang kualitas cor betonnya sudah bagus, seperti masa pengerasan selama 28 hari. Karena semisal lapisan atas jalan cor itu kurang memenuhi syarat mutu dan mengelupas itu perbaikannya susah,” jelasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto