Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, terdapat paving di beberapa sudut sudah rusak. Kondisi ini membuat menganggu keindahan pusat kota tersebut. Para pengunjung menilai alun-alun perlu perbaikan.
Riski salah satu pengunjung mengatakan, sejak dulu kondisi alun-alun setelah hujan pasti terdapat genangan. Terlebih beberapa titik masih berupa tanah dan rumput.
Mahasiswa asal Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, tersebut menyarankan titik tergenang air bisa diberi rumput taman.
Diseragamkan sehingga lebih bagus. Selain genangan, beberapa paving di alun-alun sudah terlepas. Kondisi tersebut bisa menganggu pengunjung yang berjalan.
Menurut Riski perawatan dan perbaikan rutin perlu dilakukan untuk menjaga alun-alun. Namun, kebersihan terjaga, terdapat petugas intens membersihkan dedaunan.
Zunita Indah pengunjung lainnya mengatakan alun-alun sudah cukup bagus. Namun ketika hujan terdapat genangan di beberapa titik. Sehingga, memengaruhi keindahan taman kota. Ia menyarankan, titik-titik yang tergenang perlu dipaving.
Menurut Zunita, sebenarnya dibanding Alun-Alun Tuban, sudah lebih bagus dan luas. Namun, terdapat banyak pengemis berkeliaran. Sehingga pengunjung sering bertemu, bahkan di beberapa titik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi mengatakan, berencana meratakan tanah di alun-alun yang rendah. Tentu sering tergenang. Pengurukan dilakukan agar tidak ada genangan air. “Untuk perbaikan terkait fisik di DLH tidak ada,” bebernya. (irv/rij)