Kapolsek Dander AKP Jadmiko mengatakan, sedang menyelidiki lebih lanjut terkait siapa ibu yang membuang bayi tersebut. Ketika masyarakat memiliki petunjuk bisa disampaikan ke kepolisian. “Kami sedang memeriksa para saksi,” ungkapnya kemarin (27/9).
Jadmiko menjelaskan, bayi perempuan tersebut ditemukan warga Desa Sumberarum sekitar pukul 21.30 Senin (29/9). Hartono, 50, warga yang menemukan bayi di pekarangan rumah Wiwik, tetangganya.
Kronologi bermula saat Surati, 45, istri Hartono, mendengar tangisan bayi. Bergegas memberitahu suaminya. Kebetulan Rona Ela, 20, anaknya pulang bekerja saat akan mandi mendengar suara bayi menangis. Merasa penasaran, Rona mengajak ayahnya mengecek sumber tangisan. Ternyata, suara tangisan dari bayi tergeletak di bawah pohon kelor.
Kondisi bayi dengan selimut oranye di pekarangan rumah Wiwik. Bergegas Hartono melapor ke ketua RW dan RT. Diteruskan ke Kepala Desa Sugeng. Kades membawa bayi ke depan rumah Tamsir agar tidak kedinginan. Lalu dibawa ke Puskesmas Dander untuk mendapat perawatan medis. Selanjutnya kades melapor ke Polsek Dander.
Bayi ditemukan dengan tali pusar sudah terpotong pendek. Bayi perempuan itu dengan berat 2,7 kilogram. Panjang 47 sentimeter (cm). Jadmiko menjelaskan, tindakan pihak puskesmas memasukkan bayi ke inkubator. Memberi injeksi vitamin K dan salep mata. Kondisi bayi sehat. “Bayi menagis kuat (ketika di puskesmas),” jelasnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto