‘’Fasilitas Waduk Pacal memang belum banyak tersedia,’’ ungkap Kepala Dese Kedungsumber, Kecamatan Temayang Sukardi.
Waduk Pacal masuk wilayah Desa Kedungsumber, Temayang. Namun, kawasan itu dikelola oleh balai besar wilayah sungai (BBWS) Bengawan Solo. Sedangkan objek wisatanya dikelola oleh dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar).
Menurut Sukardi, wisata Waduk Pacal itu akan memikat pengunjung jika fasilitas pendukungnya memadai. Misalnya, parkir yang luas dan ada resort atau penginapan di lokasi itu. Itu diyakini bisa menarik wisatawan luar daerah berkunjung.
Saat ini, lanjutnya, pengunjung Waduk Pacal masih sebatas warga lokal Bojonegoro. Rata-rata mereka yang datang hanya melihat-lihat saja. Itu karena di lokasi wisata belum belum tersedia souvenir untuk dibeli.
‘’Waduk Pacal ini memang perlu tambahan fasilitas yang memadai,'' katanya.
Selain menjadi kawasan wisata, waduk yang dibangun sejak zaman Belanda itu menjadi andalan irigasi pertanian. Ribuan hektare lahan pertanian di Bojonegoro mengandalkan air Waduk Pacal saat musim kemarau. ‘’Di Waduk Pacal juga banyak ikannya. Banyak yang menjala ikan,’’ jelasnya.
Kepala UPT Destinasi Wisata Disbudpar Bojonegoro Mudiono mengatakan, pengunjung objek wisata selama ini memang masih minim. Setiap hari jumlahnya tidak sampai 20 orang. ‘’Saat hari libur saat jumlahnya cukup banyak,’’ ungkap dia.
Pria asli Lamongan itu menjelaskan, objek wisata di Bojonegoro hanya ramai di momen-momen tertentu. Seperti libur sekolah, libur hari raya, dan libur akhir tahun. ‘’Selebihnya landai-landai seperti saat ini,’’ jelasnya. (zim/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto