Namun perlu pengembangan menjadi menjadi agrowisata. Mulai menambah jumlah pohon hingga produksi buah. Sehingga mampu memenuhi permintaan masyarakat.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid mengatakan, para petani mulai tertarik menanam buah. Potensi tersebut bisa diarahkan agrowisata. Namun perlu penambahan pohon dan produksi buah. Ketersediaannya baru di beberapa titik saja.
“Kecuali jambu dan belimbing sudah bisa menjadi agrowisata,” jelasnya.
Menurut Imam potensi buah ini muncul dari minat petani sendiri dan pembinaan petugas pertanian setiap kecamatan untuk mengembangkan komoditas unggulan. Misalnya Desa Klino, Kecamatan Sekar, menjadi wilayah cukup berpotensi menjadi tempat pengembangan buah. Mulai durian, jeruk, hingga mawar dan krisan.
“Durian di Desa Klino ukurannya kecil namun rasanya legit,” ujarnya.
Imam menjelaskan tahun ini ada pengembangan alpukat di Kecamatan Kedewan. “Untuk alpukat bisa melalui percontohan maupun hibah,” ungkapnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto