’’Jangan disamakan dengan investasi yang lama.’’
LASURI, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lapangan Banyu Urip dipastikan ada tambahan sumur baru. Saat ini dalam proses pengeboran. PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) membutuhkan Rp 140,7 miliar untuk investasi.
PT ADS adalah adalah salah satu pemegang saham di Lapangan Banyu Urip. Karena itu, saat ada pengembangan sumur, juga terbebani biaya investasinya.
Direktur PT ADS Lalu Syahril Majidi mengatakan, invetasi di pengembangan sumur itu sudah menyiapkan anggaran. Tahun ini sekitar 810.000 USD atau setara Rp 11,9 miliar. Sebab, saat ini sedang dalam proses pengeboran.
‘’Kalau totalnya kami siapkan 9,5 juta USD,’’ ungkap Lalu.
Lalu tidak menyebutkan berapa sumur baru yang akan dibor di Lapangan Banyu Urip. Sebab, semua itu ditangani oleh operator. Yakni, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). ‘’Langsung konfirmasi ke EMCL saja terkait itu,’’ jelasnya.
Juru Bicara EMCL Rexxy Mawardijaya saat dikonfirmasi via ponselnya kemarin belum memberikan jawaban terkait hal itu.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, investasi sumur baru di Lapangan Banyu Urip itu harus dibahas lagi. Terutama terkait dengan bagi hasilnya. Saat ini bagi hasil pengelolaan participating interest (PI) adalah 75:25. PT Surya Energi Raya (SER) mendapatkan 75 persen keuntungan. Sedangkan pemkab mendapatkan keuntungan 25 persen.
‘’Kalau bisa itu harus diubah di investasi baru ini,’’ harapnya.
Menurut Lasuri, persentasi 75:25 adalah investas lama. Sedangkan di investasi baru ini harus dengan hitungan baru. Karena itu, bagi hasil investasi itu perlu dibahas lagi lebih intens. ‘’Jangan disamakan dengan investasi yang lama,’’ tegasnya.
Selain dimiliki Pemkab, saham PT ADS juga dimiliki oleh PT SER dari Jakarta. Karena itu, hasil yang diperoleh PT ADS juga dibagi antara Pemkab dan PT SER sesuai kepemilikan saham. (zim/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto