’’Misalnya sekolah berjarak tidak terlalu jauh diupayakan digabung atau dimerger. Nantinya akan minta laporan terkait kondisi tahun ajaran baru ini.”
Mochlasin Afan, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro
NASIB beberapa SDN tidak mendapat siswa baru hingga kekurangan siswa tentu harus jadi atensi serius. Ketua Komisi C DPRD Mochlasin Afan menilai butuh evaluasi menyeluruh agar terciptanya efektivitas dan efisiensi lembaga pendidikan.
“Kami akan koordinasi dengan dinas pendidikan (disdik) mengevaluasi penerimaan siswa baru di tahun ajaran baru kali ini,” tegasnya.
Menurutnya, perlu ada pemetaan data secara rinci. Upaya atau solusi melakukan merger tentu mempertimbangkan banyak hal. “Misalnya sekolah berjarak tidak terlalu jauh diupayakan digabung atau dimerger. Nantinya akan minta laporan terkait kondisi tahun ajaran baru ini,” imbuh politikus Partai Demokrat itu.
Sekretaris Komisi C DPRD Ahmad Supriyanto menjelaskan, SDN agar meningkatkan kualitas. Temuan kasus kekurangan siswa tentu tak lepas dari persaingan kualitas dengan sekolah swasta. “Apabila tidak ada peningkatan sisi kualitas, lambat laun akan ditinggalkan masyarakat,” tutur politikus Golkar itu.
Supriyanto meminta adanya asesmen dari disdik membenahi data-data lembaga, siswa, guru, sarana prasarana, dan sebagainya. “Selama ini data yang dimiliki dinas pendidikan itu tidak objektif, tidak sesuai lapangan. Adanya data valid, tentu langkah-langkah diambil membenahi dunia pendidikan lebih matang,” pungkasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto