Deo Fani Arsyad beru pertama kali mengikuti porprov. Namun, mampu menyumbang tiga medali cabang olahraga (cabor) angkat besi. Latihan rutin dijalani sebagai persiapan, tak jarang alami cidera.
M. IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro
“BRUMM,” suara kendaraan di area parkir salah satu kolam renang wilayah Kota Bojonegoro. Beberapa pengungjung keluar masuk kolam renang di Jalan Panglima Polim tersebut. Pada akhir pekan pengunjung rerata keluarga.
Di sudut area parkir tepatnya di samping pintu keluar kolam renang, seorang pemuda duduk santai. Berkumpul bersama teman-teman sembari berbincang dan bercanda.
“Sedang istirahat,” ungkap Deo Fani Arsyad kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Ramah tergambar dari pemuda bertubuh kekar tersebut. Namun, di balik keramahan ditunjukkan, ternyata Fani merupakan atlet angkat besi yang meraih tiga medali pada Porprov 2022 lalu. Tiga medali didapat terdiri dari masing-masing satu medali emas kelas 67 kilogram snatch putra, perunggu kelas 67 kilogram clean and jack putra, perak kelas 67 kilogram total angkatan putra.
Sehari-hari Fani bekerja di kolam renang sebagai petugas kebersihan. Sehingga harus membagi waktu antara bekerja dan berlatih. Bahkan sebulan menjelang porprov, mengajukan cuti bekerja agar bisa fokus berlatih. Padahal baru sekitar tiga bulan bekerja.
“Untungnya mendapat izin dari bos,” ungkap pemuda tinggal di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander itu.
Fani berlatih setiap hari sebagai persiapan menghadapi porprov. Latihan dilakukan sore hingga malam hari. Sehingga memilih cuti bekerja agar bisa fokus berlatih.
“Bekerja dari pagi hingga malam, sehingga tidak bisa fokus latihan jika tetap bekerja,” terang atlet menekuni angkat besi sejak 2022 lalu.
Ketika belum mengambil cuti, Fani terpaksa berlatih ketika malam hari. Selesai bekerja tak langsung pulang, sebab harus berlatih. Tidak jarang berlatih sendiri akibat teman-temannya sudah usai latihan.
“Latihan malam sekitar dua jam,” ujar atlet 19 tahun itu.
Fani sering mengalami cedera ketika berlatih. Salah satunya cedera tulang ekor, dan harus menjalani pemulihan selama dua minggu. Namun tetap menjalani latihan ringan untuk menjaga kondisi.
Pengorbanan Fani untungnya terbayar pada Porprov 2022. Prestasi luar biasa diraih, meski baru pertama mengikuti even tingkat provinsi tersebut. Senang dan bangga dirasakan.
Fani sebenarnya bisa meraih dua emas pada porprov. Pertandingan di kelas 67 total angkatan alumni SMKN 3 Bojonegoro itu hanya memiliki selisih satu kilogram dengan juara pertama.
“Total angkatan juara pertama 212 kilogram, sedangkan saya 211 kilogram,” ungkap anak pertama tersebut.
Fani masih memiliki kesempatan mengikuti dua edisi porprov. Sehingga bertekad meraih prestasi lagi. Tiga emas ingin capai di porprov selanjutnya.
“Selain di tingkat provinsi, ingin berprestasi di tingkat nasional,” jelasnya. (*/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto