Tekad kuat akhirnya membawa Zahwa Nabila melibat lawan-lawannya pada laga ekshibisi cabor Horse Back Archery (HBA) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Porprov 2022. Tidak menyangka atlet panahan tradisional Bojonegoro ini meraih medali emas. Prestasi ini bukti eksistensi panahan tradisional telah berkembang.
“Masih kelas lima SD, namun lawan rerata sudah kuliah dan SMA. Pertadingan untuk U-22,” kata Zahwa sapaan akrabnya.
Zahwa meraih medali emas kelas fast shooting atau memanah cepat. Atlet TAC Bojonegoro ini hanya persiapan sebulan. “Terdapat empat atlet putri dan dua putra mengikuti Porprov 2022,” kata Pelatih TAC Bojonegoro Didik Rianto di sela latihan.
Selain Zahwa, ada satu lagi atlet putri berpotensi meraih medali. Namun, pada pertandingan, atlet tersebut tidak sesuai hasil latihan. Kondisinya mengalami penurunan. “Jika sesuai target, bisa jadi juara 1 dan 2 diraih atlet Bojonegoro,” jelasnya.
Debut meyakinkan ini, minggu depan para atlet akan mengikuti kejuaraan panahan tradisional secara online. Saat ini atlet fokus latihan. Sekitar 20 atlet saat ini berlatih, mulai usia taman kanak-kanak (TK) hingga SMA. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto