Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Bawang Merah Merangkak Naik

M. Yusuf Purwanto • Senin, 4 Juli 2022 | 19:12 WIB
TREN NAIK: Petani sedang panen bawang merah. Dua minggu terakhir terus naik, saat ini di pasaran sudah tembus Rp 63.000 per kilogram (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)
TREN NAIK: Petani sedang panen bawang merah. Dua minggu terakhir terus naik, saat ini di pasaran sudah tembus Rp 63.000 per kilogram (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ibu rumah tangga terpaksa merogoh kocek lebih dalam, karena harga beberapa komoditas kebutuhan dapur berangsur naik. Salah satunya bawang merah.

Harganya terus melambung setiap pekannya. Dua minggu lalu, harga bawang merah sekitar Rp 49.000 per kilogram. Seminggu lalu naik menjadi Rp 58.000 per kilogram. Saat ini harga naik lagi menjadi Rp 63.000 per kilogram.

Menurut Tulus, salah satu pedagang Pasar Bojonegoro Kota, naiknya harga bawang merah bertahap. Besar kemungkinan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Sehingga para petani bawang merah tidak mampu panen secara optimal. Berbeda dengan harga bawang putih yang cenderung stabil kisaran Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram.

“Harga bawang merah makin mahal sekitar Rp 63.000 per kilogram. Apalagi pasokan bawang merah sebagian besar dari Nganjuk, pasokan dari Bojonegoro terbatas. Kondisi pembeli saat ini pun jadi sepi,” katanya.

Hal senada dikatakan Aminah, harga bawang merah terus naik, sedangkan harga cabai rawit berangsur turun namun masih tinggi. Saat ini ia menjual harga bawang merah seharga Rp 64.000 per kilogram. Kalau harga cabai rawit sempat tembus Rp 105.000 per kilogram, sekarang turun menjadi Rp 98.000 per kilogram.

“Harga cabai memang turun, tapi masih tinggi. Jadi saya juga tidak berani beli banyak. Selain itu, harga cabai jenis lainnya seperti keriting sekarang tembus 75.000 per kilogram dan cabai biasa Rp 68.000 per kilogram,” katanya.

Ia menambahkan, harga telur ayam pun tak kunjung turun. Harganya stabil sekitar Rp 27.000 per kilogram. Padahal harga normal telur ayam kisaran Rp 21.000 hingga Rp 23.000 per kilogram. Menurutnya, tingginya harga sembako sangat berdampak pada pengahasilannya. “Seringkali kulakan kami tidak habis, pembeli di pasar itu sepi,” pungkasnya. (bgs/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bawang merah #naik #cuaca #pasar #bertahap #harga