Nova Galuh, salah satu PKL mengetahui kalau trotoar Jalan Pemuda akan dibangun. Tapi, ia belum tahu apakah saat proses pembangunan tetap bisa berjualan atau tidak. “Kalau dengar-dengar ada rencana PKL sini (Jalan Pemuda) mau dipindah ke Jalan Hayam Wuruk atau kawasan Stadion Bojonegoro. Kalau saya sih mengikuti saja arahannya,” ucapnya.
Hal senada dikatakan Yanto, bahwa harapannya kalau memang ada rencana relokasi dicarikan tempat representatif. “Kami ya hanya bisa ngikut saja bagaimana nantinya. Tapi, kalau jujur ya nyaman jualan di sini, karena jalannya ramai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Iwan Maulana mengatakan, tidak ada permasalahan PKL berjualan di Jalan Pemuda. Namun, nantinya saat proses pengerjaan, para PKL perlu berkoordinasi dengan rekanan sedang mengerjakan agar tidak bergesekan.
“Sejauh ini belum ada pembicaraan terkait steril atau relokasi PKL di Jalan Pemuda,” jelasnya.
Adapun ketika akan memulai pengerjaan proyek trotoar dan drainase, pihaknya menginventarisasi pohon-pohon perlu dipangkas guna memperlancar pengerjaan. “Terkait pohon itu kami akan berkoordinasi dengan DLH (dinas lingkungan hidup),” imbuhnya.
Perlu diketahui, pagu proyek trotoar Jalan Pemuda senilai Rp 9,7 miliar. Saat ini sebanyak 71 kontraktor mengikuti lelang tersebut. Tahun ini sebanyak 13 paket proyek pembangunan trotoar dan saluran drainase jalan protokol mulai dilelang. Total pagu anggaran ke-13 paket proyek tersebut senilai Rp 122,4 miliar. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto