Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Disbudpar Mudiono mengatakan, pembukaan Dander Park sejak 1 Mei seiring momentum libur Lebaran. Hingga 9 Mei jumlah pendapatan mencapai Rp 46,2 juta. Jumlah rata-rata pengunjung setiap harinya mencapai seribu orang.
‘’Awal dibuka lalu hanya ada 63 orang. Lalu meningkat terus,’’ jelasnya.
Jumlah pengunjung terus meningkat karena sudah tidak ada pembatasan. Sebelumnya, jumlah kunjungan di objek wisata dibatasi 50 persen. Saat ini tidak ada lagi pembatasan. Semua pengunjung bisa masuk objek wisata.
Tahun ini Dander Park ditargetkan bisa menghasilkan Rp 786 juta. Target itu masih jauh jika harus dicapai sampai akhir tahun nanti. Selain Dander Park, pemkab juga mengelola Waduk Pacal dan Kahyangan Api. Waduk Pacal sudah menghasilkan Rp 49,2 juta. Pendapatan itu minimal karena diperoleh sejak Januari. Sedangkan Kahyangan Api membukukan pendapatan Rp 128 juta. Targetnya Rp 300 juta.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto berharap aktifnya semua objek wisata bisa menambah PAD. Sektor wisata salah satu penghasil PAD cukup besar. ‘’Kalau wisata bergeliat PAD akan naik,’’ ujarnya dengan singkat. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto