Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menghadiri langsung kegiatan digelar di Nusa Dua, Bali selama tiga hari, 22-24 Maret 2022. Business matching ini dilaksanakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Nilai komitmen Pemkab Bojonegoro melampaui Rp 1,6 triliun. Angka itu melampaui kota-kota besar di Indonesia dalam program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Pemkab Bojonegoro menjadi urutan pertama secara nasional dengan nilai Rp 1,6 triliun. Urutan kedua Pemkot Makassar dengan Rp 1,2 triliun, Pemkot Surabaya Rp 1,1 triliun, Pemkab Mimika Rp 1,1 triliun, Pemkab Sidoarjo Rp 718 miliar, Pemkab Penukal Abab Ilir Rp 630 miliar, dan Pemkab Tangerang Selatan Rp 616 miliar.
Capaian ini disampaikan langsung Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Kegiatan tersebut pun sejalan untuk optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Karena diyakini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional secara signfikan.
“Pemkab Bojonegoro (klasifikasi Pemkab/Pemkot) penggunaan belanja produk dalam negerinya tertinggi,” ungkap perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Ike Widyaningrum.
Bupati Bojonegoro Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina PBSI
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah hadir sekaligus dikukuhkan sebagai Dewan Pembina Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bojonegoro periode 2020 - 2024.
Acara pengukuhan pengurus PBSI dilakukan di Pendopo Malowopati, Sabtu (26/3).
Bupati Anna Mu'awanah menuturkan, perlunya manajemen organisasi yang baik untuk membina para calon atlet. Organisasi olahraga dikatakan sukses setelah membina dan mencetak para atlet menjadi juara. Baik level kabupaten maupun nasional.
Sehingga, PBSI perlu membuat program kerja menjaring atlet tingkat kecamatan. Salah satunya dengan membentuk pengurus kecamatan yang mempunyai semangat untuk bidang olahraga bulu tangkis.
“Jadi pengurus mudah mencari bibit di setiap kecamatan," tuturnya.
Apalagi saat ini, Pemkab Bojonegoro mempunyai program Kartu Pembinaan Olahraga Berkelanjutan Bojonegoro (KPOB). Kartu tersebut diperuntukkan bagi keanggotaan bahwa perserta tersebut bagian yang dibina oleh Pemkab. Tujuannya untuk mencari bibit atlet usia produktif mulai 10 tahun sampai 15 tahun atau usia 16 sampai 21 tahun.
Bupati berharap di setiap kecamatan ada klub bulu tangkis. Selain itu, pemkab sangat mensuport dan mendukung penuh PBSI Bojonegoro dalam penjaringan dan pembibitan para atlet Bojonegoro.
“Harapanya mulai Mei sampai Juni diadakan percepatan dalam pebuatan klub bulu tangkis di 28 kecamatan yang nantinya dapat disisir untuk menjaring para atlet kedepannya,” lanjutnya.
Dinpora Bojonegoro Gelar Lomba Maraton
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro menggelar lomba lari maraton Jembatan Terusan Bojonegoro Tuban (TBT), Sabtu (26/3). Start lomba di Lapangan Rondo Kuning, Desa Pesen, Kecamatan Kanor. Finish di Jembatan TBT. Kegiatan ini untuk menyisir bibit atlet di bidang atletik.
Lomba yang diikuti 355 peserta itu bertajuk Saatnya Bojonegoro #CETAKJUARA. Tagline kegiatan "Kami Sehat, Bojonegoro Sehat". Lomba lari sepanjang 10 km ini dihadiri forkopimda, sekretaris daerah, para asisten, staf ahli, asda, ka OPD, dirut RSUD dan tamu undangan dari desa se-Kecamatan Kanor, Ketua Koni, Ketua Pasi, Dirut Utama ADS, serta tamu undangan.
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah secara langsung melepas peserta di titik start perlombaan. Didampingi Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arm Arif Yudo Purwanto dan Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad.
Bupati Anna mengatakan, pelaksanaan lomba sengaja dilaksanakan di Jembatan TBT agar masyarakat yang ada disekitar, terutama yang bukan dari Kecamatan Kanor mengetahui bahwa kawasan Tuban melalui Desa Ngadirejo menuju Desa Semambung, Kecamatan Kanor kini telah terhubung.
"Dengan kegiatan ini, berharap dapat memberikan impact terhadap pembangunan dan juga pada sektor ekonomi, sosial, ataupun budaya," ujarnya.
Bupati Anna melanjutkan, peserta yang mendaftar dibatasi usia. Tujuannya tidak hanya sekadar mendapatkan juara. Namun, juga dapat mencetak bibit atlet yang dapat berprestasi di daerah, nasional, hingga internasional.
"Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga sedang menyiapkan anggaran untuk atlet-atlet muda melalui K-POB. Diharapkan Dispora dapat menyisir potensi para atlet. Selain bidang insfrastruktur, bidang olahraga juga kita dorong untuk berprestasi dan mempromosikan Bojonegoro," tutur Bupati saat sambutan di titik finish. (*/zim)