Pembangunannya baru dilakukan tahun ini. Sedangkan, RPH di Kecamatan Kota sudah tidak aktif sejak tahun lalu. Selama ini pemotongan hewan sementara berada di kelurahan Ledok Kulon.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, terdapat tiga RPH dimiliki pemkab. Teridiri RPH Bojonegoro, RPH Padangan, dan RPH Baureno. Namun sejak Oktober 2021 RPH Bojonegoro sudah tidak aktif karena bangunan tak layak.
Juga kapasitas pemotongan tidak mencukupi. Dan tempat penanganan limbah kurang. “Tahun ini RPH di Kecamatan Kota akan direvitalisasi,” terangnya kemarin (24/3).
Pihaknya mengaku alasan lain revitalisasi RPH karena jumlah hewan dipotong setiap tahunnya meningkat. Sehingga perlu adanya fasilitas sesuai. “Pemintaan atau kebutuhan konsumsi daging semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Sugiharti, pembangunan RPH baru perlu mempertimbangkan alat pemotongan lebih modern. Penanganan daging lebih higienis, ruang pelayanan dan penyimpanan daging beku. Selain itu etalase memasarkan produk daging.
Kepala Disnakkan Catur Rahayu mengatakan, RPH baru akan dibangun tahun ini di Desa Banjarsari, sebagai pengganti RPH Kota.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari Fatkhul Huda mengatakan, rencana pembangunan RPH di desanya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada informasi terkait pembangunannya tahun ini. “Rencana sudah ada sebelum saya menjabat,” ujarnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto