Bunga krisan semakin ramah tumbuh di alam Bojonegoro. Di Bojonegoro kini juga ada bunga krisan. Berlokasi di Desa Klino, Kecamatan Sekar. Namun, bunga krisan baru sebatas beberapa jenis warna saja. Kebanyakan warna putih. Padahal, bunga krisan ada banyak jenis warnanya.
‘’Di sini yang paling banyak diminati adalah krisan warna ungu,’’ kata Subkhan, manajer salah satu toko bunga di Jalan Veteran.
Bunga-bunga di Bojonegoro tidak semua tanaman lokal. Sebagian besar didatangkan dari luar daerah. Terutama dari Kediri dan Malang. Sebab, stok bunga di Bojonegoro tidak banyak. Itu berkaitan dengan cuaca yang tidak mendukung.
‘’Di Kediri dan Malang ada pertanian khusus bunga. Kalau di sini belum ada,’’ ungkap dia.
Bojonegoro memang berhawa panas. Sehingga, tidak bisa cocok untuk beberapa jenis tanaman. Hal itu membuat sebagian besar tanaman harus didatangkan dari luar daerah. ‘’Kalau sudah di sini, tanamannya tinggal menyesuaikan perawatannya,’’ jelasnya.
Selain untuk kebutuhan pribadi, permintaan bunga biasanya juga untuk kebutuhan pembuatan taman di tempat umum. Namun, untuk taman biasanya adalah tanaman-tanaman berbatang keras. ‘’Kalau yang ada bunganya biasanya untuk hiasan di rumah,’’ jelas pria asli Kapas itu.
Selama pandemi melanda, banyak orang hobi berkebun. Tanaman dipilih rerata berbatang keras. Tanaman bunga banyak diminati adalah aglonema. Tanaman ini perawatannya mudah. Juga ada bunga panca warna, mawar, dan krisan. Bunga-bunga jenis ini cocok dijadikan tanaman penghias rumah.
‘’Banyak mengisi waktu luang di rumah dengan berkebun. Terutama ibu-ibu,’’ ungkap
Anita salah satu pengunjung sentra bunga di Jalan Veteran mengatakan, berkebun menjadi salah satu aktivitas baru sejak pandemi. Intensitas bepergian ke luar rumah banyak berkurang. Hal itu dimanfaatkan berkebun. ‘’Saya pilih mudah perawatannya,’’ katanya. (zim/rij)
Editor : Ebiet A. Mubarok