Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Terjadi Lonjakan Kasus DBD

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 30 November 2021 | 17:17 WIB
Terjadi Lonjakan Kasus DBD
Terjadi Lonjakan Kasus DBD

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hati-hati demam berdarah dengue (DBD). Ada lonjakan kasus sejak musim hujan. Intensitas hujan ini rentan genangan air di ember, ban bekas, baskom, dan lainnya, yang kerap kali dijadikan sarang berkembang biak jentik nyamuk Aedes aegypti. Berdasar data dinas kesehatan (dinkes), awal hingga pertengahan November ini, tercatat sebanyak 36 kasus DBD.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro dr. Whenny Dyah Prajanti mengatakan, bahwa ada lonjakan kasus DBD sejak musim hujan. Mulai awal hingga pertengahan November, tercatat sebanyak 36 kasus DBD. Pada Oktober sebanyak 19 kasus DBD dan sisanya total 37 kasus selama Januari hingga September.
“Jadi total kasus DBD mulai Januari hingga pertengahan November sebanyak 92 kasus,” katanya kemarin.
Sebanyak 92 kasus DBD itu, dilaporkan ada satu pasien meninggal dunia pada Mei lalu. Adapun kasus DBD terjadi di 20 kecamatan. Empat kecamatan dengan jumlah kasus tinggi terjadi di Kecamatan Bojonegoro Kota, Sugihwaras, Kedungadem, dan Sumberrejo.
Sebaran kasus DBD Bojonegoro terdiri atas Kecamatan Bojonegoro ada 20 kasus, Sugihwaras ada 13 kasus, Kedungadem ada 11 kasus, Sumberejo ada 7 kasus. Kecamatan Kalitidu, Baureno, dan Kanor masing-masing 5 kasus. Kecamatan Kapas ada 4 kasus. Kecamatan Kasiman, Balen, Ngasem, dan Dander masing-masing 3 kasus.
Selanjutnya, Kecamatan Kepohbaru dan Bubulan masing-masing dua kasus. Serta masing-masing satu kasus di Kecamatan Sukosewu, Ngraho, Gayam, Gondang, Tambakrejo, dan Kedewan.
Whenny menegaskan, bahwa kebersihan lingkungan rumah perlu diperhatikan. Seringkali masyarakat lupa membersihkan genangan-genangan air di sekitar area rumah. Adapun kasus cukup sering ditemukan ialah genangan air di dalam ban bekas menjadi sarang jentik nyamuk.
“Kunci utama agar terhindar dari penyakit DBD tentunya kebersihan rumah. Bak mandi harus rutin dikuras seminggu sekali dan membersihkan genangan-genangan air,” beber Whenny.
Sementara itu, penanganan paling terakhir yakni pengasapan atau fogging ketika memang kondisi jumlah kasus DBD suatu wilayah sudah tinggi. Sehingga pihaknya fokus mendorong masyarakat agar lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan rumah.
“Kami dorong gerakan serentak (gertak) satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik),” jelasnya.
Pada dasarnya penyakit DBD merupakan self limiting disease. Sehingga, apabila seseorang terjangkit penyakit DBD, kemudian lebih banyak istirahat sekaligus lebih banyak minum air putih serta makan makanan dengan gizi seimbang, tentu bisa sembuh sendiri.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #anna mu’awanah #nyamuk #bojonegoro #dbd