Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menanti Koleksi Benda Bersejarah di Museum Padangan

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 27 November 2021 | 18:06 WIB
Menanti Koleksi Benda Bersejarah di Museum Padangan
Menanti Koleksi Benda Bersejarah di Museum Padangan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Rumah tua di Kecamatan Padangan yang diproyeksikan sebagai museum tampak menonjol di tepi jalan. Namun, sampai saat ini bangunan dengan tetenger Padangan Heritage itu masih belum berisi koleksi benda bersejarah.
Padahal, warga sekitar dan komunitas baca cukup antusias menyambut kelengkapan museum. Potensial mengangkat sejarah dan literasi komunitas. Serta bisa membuka destinasi wisata baru. “Sempat ada pasangan melakukan foto pre-wedding di bangunan tua itu,” kata Kepala Desa (Kades) Padangan Kristianawati kemarin (26/11).
Dia mengatakan, rumah tua saat ini menjadi aset pemkab tersebut belum sempat diresmikan. Padahal, potensial untuk mengembangkan literasi warga sekitar. Juga bisa menjadi destinasi wisata baru yang berbasis sejarah. ”Karena rumah itu bangunan tua yang sampai saat ini masih berdiri,”  jelasnya.
Ia menjelaskan, rumah tua tersebut sudah berdiri sejak zaman Belanda, perkiraan dibangun pada 1911. Dahulunya ditempati saudagar besar pengusaha palawija. “Kalau menurut cerita warga, bangunan itu bekas rumah peninggalan bos palawija pada saat itu,” terangnya.
Jika diresmikan, menurut Kristianawati, warga sekitar akan antusias berkunjung. Meski belum diresmikan rumah tua tersebut sudah dibuka pukul 10.00 sampai sore. Ia mengaku pernah masuk ke museum itu, namun saat ini belum terisi, baik itu benda sejarah maupun koleksi benda lain. “Hanya ada kamar dan sumurnya,” tuturnya.
Ketua Taman Baca Masyarakat Brawijaya Kecamatan Ngraho Muhammad Kasmari mengaku belum sempat masuk di Padangan Heritage. Namun jika nanti jadi diresmikan akan memacu literasi masyarakat sekitar. “Misalkan bisa digunakan berkunjung menggali literasi sejarah di sana,” tuturnya.
Kasmari menjelaskan, penting adanya museum untuk peletakan benda bersejarah. Ia berharap museum dapat diresmikan dan bisa dikunjungi mengembangkan literasi warga. “Saat ini di Padangan, kalau komunitas taman sudah tumbuh meski belum terlihat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Budiytanto saat dikonfirmasi sambungan telepon belum memberikan jawaban terkait keberlanjutan museum. Perlu diketahui, saat ini sudah terdapat papan bertuliskan Padangan Herritage Local History dan Museum di pagar bangunan rumah tua tersebut. (luk)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #anna mu’awanah #museum #bojonegoro