BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebulan menuju akhir tahun, perceraian di Bojonegoro menembus 2.339 orang. Fakta mengejutkan kasus keretakan rumah tangga disumbang dari perselingkuhan bermula chatting via media sosial (medsos), jumlahnya sebanyak 24 persen.
Masalah ekonomi masih dominan pemicu utama dengan menyumbang 59 persen. Disusul 14 persen disebabkan menjadi pasangan ada yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) dan 3 persen karena ketidakpuasan pasangan.
Kepala Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro Sholihin Jamik mengatakan, alasan penggugat cerai karena selingkuh bermula pengaruh teknologi, terutama medsos. Rerata saat sidang alasan penggugat karena diketahui tergugat chatting via media sosial. “Karena saat main HP (smartphone) ketahuan chat dengan orang lain,” jelasnya.
Namun, dia memastikan ada fenonema baru kasus perceraian bermula alasan masalah ranjang. “Ada yang unik, gugatan perceraian dengan alasan tidak puas hubungan diranjang,” lanjut Sholihin Jamik.
Sholikin menjelaskan, gugatan dengan alasan masalah ranjang menandakan ada perubahan perilaku masyarakat. Setidaknya, penggugat merupakan orang terdidik mengeyam pendidikan di perguruan tinggi. Hal itu juga menandakan, selain jasmani kebutuhan rohani juga bisa menjadi pemicu perceraian. “Yang mengajukan itu sudah berkecukupan semua,” ungkapnya.
Hanya, perceraian masih didominasi alasan perekonomian, dengan menyumbang angka 59 persen. Sehingga, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak. Kondisi tersebut juga ada dorongan karena dalam pernikahan tidak ada pertimbangan dengan matang.
Sedangkan 14 persen di sebabkan salah satu pasangan pergi menjadi pekerja migran. Rerata mereka menyewa advokad untuk mengurus akta perceraian. Kebanyakan mengajukan gugatan adalah perempuan. “Biasanya karena selalu dikirim uang, tapi tidak ada wujudnya, tidak bertanggung jawab mengelola uang,” katanya.
Dari data dimiliki PA pengaju cerai gugat lebih mendominasi tiap bulan. Akhir Oktober ini terdapat 68 cerai talak dan 183 cerai gugat. Meningkat dibanding bulan sebelumnya 166 cerai gugat dan 74 cerai talak. (luk)
Warna-warni Biduk Rumah Tangga
-Angka perceraian saat ini menembus 2.339 perkara.
-59 persen dipicu masalah ekonomi.
-24 persen dipicu selingkuh bermula medsos.
-14 persen ada pasangan menjadi pekerja migran
-3 persen ketidakpuasan pasangan.
-Didominasi cerai gugat, berarti penggugat dari perempuan.