Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bakal Diisi Benda-Benda Kuno dari Bengawan

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:15 WIB
Bakal Diisi Benda-Benda Kuno dari Bengawan
Bakal Diisi Benda-Benda Kuno dari Bengawan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Galeri Bengawan Solo masih proses pengerjaan. Rencananya, tahun depan gedung berlokasi di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, itu akan dibuka umum. Gedung itu akan diisi berbagai benda-benda kuno dan bersejarah ditemukan di Sungai Bengawan Solo.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto mengatakan, Geleri Bengawan ditargetkan tuntas tahun ini, setelah itu galeri segera difungsikan. Sesuai namanya, Galeri Bengawan akan digunakan tempat untuk pameran barang-barang yang ditemukan di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
Budi menjelaskan, selama ini banyak benda-benda kuno bersejarah ditemukan dari dasar Bengawan Solo. Mulai pedang, koin, fosil, hingga perahu. Benda-benda itu ditempatkan di Galeri Bengawan. Hanya, tidak semua benda-benda bersejarah itu dimiliki pemkab.
Sebagian memang sudah ada di museum. Namun, sebagian benda-benda itu dikoleksi pribadi masyarakat yang menemukannya. ‘’Yang dimiliki masyarakat itu, tentu kami kesulitan mendapatkannya,’’ jelasnya.
Yang paling sulit, lanjut dia, mereplika ulang perahu kuno Bengawan Solo di lokasi galeri itu. Perahu itu sudah tidak berbentuk lagi. Hanya berupa puing-puing saja.  Langkahnya, disbudpar berencana memanggil ahli konstruksi benda kuno menyusunnya kembali. Sehingga, puing-puing itu bisa dibuat seperti bentuk aslinya. ‘’Bentuknya kan tidak seperti perahu saat ini. Ada bedanya,’’ jelasnya.
Perahu ditemukan pada 2005 itu diperkirakan dibuat pada masa Kerajaan Majapahit. Perahu itu terbuat dari perahu kayu utuh. Itu berbeda dengan perahu besi ditemukan di dasar Bengawan Solo di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam pada 2013 silam. ‘’Kalau yang di Ngraho itu dibuat zaman Belanda,’’ jelasnya.
Sekretaris Komisi C DPRD Ahmad Supriyanto berharap Galeri Bengawan bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru. Sehingga, bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). ‘’Selain itu bisa menjadi tempat edukasi masyarakat tentang benda-benda kuno bengawan,’’ jelasnya.

Editor : M. Yusuf Purwanto