Radar Tuban - Proyek rel kereta api (KA) jalur Babat - Tuban - Rembang masuk dalam salah satu proyek nasional Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Salah satu tujuannya, memudahkan jalur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) di Kecamatan Jenu.
Dalam siaran rilisnya di laman bkpm. go.id, Kementerian Investasi siap memfasilitasi kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan PT PRPP terkait rencana kajian bersama penyediaan jasa angkutan KA. KA inilah yang direncanakan mengangkut komoditas hasil produksi kilang minyak dan Petrokimia Tuban menuju sejumlah kawasan industri di Pulau Jawa.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT KAI Jeffrie N. Korompis dan Presiden Direktur PT PRPP Kadek Ambara Jaya dengan disaksikan Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/ BKPM Imam Soejoedi di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Senin (30/8) sore.
Dalam laman tersebut dijelaskan bahwa kesempatan tersebut disambut baik Kementerian Investasi. Kementerian tersebut mendukung dimulainya kerja sama antara PT KAI dan PT PRPP. Imam menyampaikan, Kementerian Investasi/BKPM akan berkomitmen penuh dalam melakukan pengawalan dan fasilitasi investasi terkait proyek strategi nasional (PSN) pembangunan kilang minyak dan Petrokimia Tuban.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Gunadi membenarkan proyek KA menjadi salah satu bahasan Kementerian Investasi. Dalam rapat yang beberapa kali melibatkan Dishub Tuban, kementerian membuka lebar masukan dari Pemkab Tuban terkait proyek rel KA tersebut. ‘’Masih tahap menerima masukan,’’ kata dia.
Gunadi menjelaskan, salah satu masukan dari Pemkab Tuban adalah proyek rel KA harus membuka lahan baru. Pemkab tidak merekomendasikan rel KA melintasi jalan nasional di kawasan kota karena akan sangat berisiko.
‘’Jika melintasi jalan kota, maka akan membutuhkan banyak jalur crossing atau penyeberangan, ini tidak kami rekomendasikan,’’ tegas mantan camat Grabagan itu. Gunadi memastikan rel KA akan membuka lahan baru. Proyek rel KA direncanakan double track untuk memudahkan mobilitas barang dan penumpang. Terkait letak stasiun dan titik pemberhentiannya, dia belum bisa berspekulasi. Sebab, saat ini jalur KA masih dalam pembahasan dan masih ditentukan oleh konsultan yang ditunjuk.
Editor : Indra Gunawan