Radar Tuban - Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan 1 tahun 5 bulan benar-benar memukul telak seniman. Selain tanpa jadwal pentas, mereka juga nyaris tak tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah. Satu-satunya upaya agar tetap bertahan hidup adalah banting setir ke pekerjaan lain atau mulai menjual peralatan yang selama ini digunakan untuk manggung. Salah satunya dalang.
Sejumlah dalang di Tuban mulai menjual wayang, gamelan, hingga pakaian kebesaran mereka untuk bertahan hidup. Dijualnya peranti-peranti tersebut tak lepas dari aturan pemerintah yang melarang semua pertunjukan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang tanpa solusi agar mereka tetap bertahan hidup.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Tuban Buntas Pradoto, 32, membenarkan beberapa dalang menjual aset mereka. Tujuannya, agar tetap bertahan hidup di tengah pandemi yang semakin tak menentu.
‘’Pendapatan pentas nyaris tidak ada sejak satu setengah tahun ini, sedangkan kebutuhan sehari-hari harus terus berjalan,’’ kata dia.
Dalang yang tinggal di Desa Sambiroto, Kecamatan Tambakboyo ini mengatakan, dalam sebuah pementasan wayang melibatkan sekitar 25 orang. Terdiri dari dalang, penabuh gamelan, sinden, penata musik, dan kru lainnya.
Selama pandemi, mereka tanpa pemasukan sama sekali. Ditambah aturan PPKM yang tidak memperbolehkan acara apa pun. ‘’Sebelum pandemi, beberapa dalang masih rutin terima job dari sedekah bumi atau acara adat lain. Sekarang terbentur aturan PPKM,’’ ujarnya.
Buntas mengungkapkan, banyak dalang beserta kru yang hanya mengandalkan pemasukan dari pementasan. Artinya mereka tidak punya pekerjaan lain. Begitu satu-satunya mata pencarian mereka tertutup, tidak ada sumber pemasukan lain.
Hanya sebagian kecil yang masih bertahan karena punya pekerjaan sampingan. ‘’Beberapa beralih menjadi tani atau berdagang, tapi jumlahnya sedikit,’’ ungkapnya.
Seniman lulusan Universitas Negeri Malang (UM) ini berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memikirkan nasib para seniman. Sebab, untuk bertahan dengan kondisi saat ini sangat sulit. Menurut dia, selama pandemi tahun ini, tidak ada sedikit pun bantuan yang diberikan kepada para pelaku seni, seperti bantuan yang diberikan pemerintah kepada para pedagang. ‘’Semoga ada kebijakan yang memikirkan kami,’’ kata dia berharap.
Editor : Indra Gunawan