Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tokoh Tionghoa Nasional Damaikan Konflik Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban

Indra Gunawan • Senin, 26 Oktober 2020 | 13:50 WIB
Tokoh Tionghoa Nasional Damaikan Konflik Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban
Tokoh Tionghoa Nasional Damaikan Konflik Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban

Radar Tuban - Kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban menemui kesepakatan untuk damai. Setelah sejumlah tokoh Tionghoa nasional kemarin (25/10) turun gunung ke Tuban. Mereka di antaranya pemilik bisnis Maspion Group Alim Markus, pemilik bisnis Kapal Api Soedomo Mergonoto, dan tokoh Tionghoa Paulus Welly Affandi atau Wefan.


Pengusaha Tuban Pepeng Putra Wirawan turut menjadi fasilitator perdamaian konflik dua kubu tempat ibadah di Jalan RE Martadinata tersebut. Hadir pula sejumlah tokoh kelenteng seperti Go Tjong Ping alias Teguh Prabowo. Juga, Gunawan Putra Wirawan, Bambang Djoko Santoso alias Wawan, Hanjono Tanzah alias Tan Chuan Hong, dan lainnya.


Sekitar pukul 11.00 kedatangan para tokoh tersebut ke TITD Kwan Sing Bio Tuban untuk membuka gembok gerbang. Selama ini akses masuk kelenteng digembok karena konflik dari kubu pengurus lama dan pengurus baru. Sehingga memicu umat tidak bisa beribadah selama beberapa bulan terakhir. Usai gembok dibuka, para tokoh langsung beribadah dan dilanjutkan makan siang di Kayu Manis Resto, Jalan Basuki Rahmad Tuban.


Di meja makan inilah, negosiasi untuk kesepakatan damai kembali dilakukan. Para tokoh Tionghoa nasional tersebut meminta konflik segera diakhiri agar umat bisa beribadah dengan tenang. Usai makan siang, Alim Markus kepada Jawa Pos Radar Tuban menyampaikan kedatangannya tersebut khusus untuk  membawa misi perdamaian. ‘’Damai itu indah, damai itu membawa banyak rezeki,’’ kata pengusaha top tanah air ini.


Terpisah, Soedomo Mergonoto mengaku senang karena kedatangannya tersebut disambut dengan perdamaian dari dua kubu. Dia menjelaskan dua kubu yang bertikai sepakat menyerahkan wewenang pendamaian konflik ke dirinya dan dua tokoh Tionghoa lainnya.


‘’Kami berharap konflik dari dua kubu ini bisa terselesaikan tanpa ada pertikaian lagi, sehingga umat yang mau beribadah bisa terlaksana,’’ harap dia.


Pengusaha Tionghoa Paulus Welly Affandi mengatakan kedatangannya sebagai fasilitator perdamaian konflik internal kepengurusan kelenteng. Setelah semuanya sepakat damai, pengusaha yang akrab disapa Wefan ini berharap kelenteng bisa segera dimaksimalkan untuk umat bersembahyang. ‘’Hasilnya baik, semua bisa didamaikan,’’ tutur dia singkat.


Pepeng Putra Wirawan, pengusaha Tuban yang juga ikut sebagai fasilitator mengaku bersyukur karena konflik kepengurusan kelenteng mulai menemui titik terang untuk damai. Dia berharap perdamaian tersebut bisa terus berlangsung demi kerukunan masyarakat Tionghoa dan umat tri dharma. ‘’Semoga bisa terus damai dan tidak ada lagi konflik,’’ ujar pemilik Kayu Manis Resto Tuban ini.

Editor : Indra Gunawan